Menurutnya, persoalan ke
bocoran pipa bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut kenyamanan, kepentingan, dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang baik.
"Kami sangat menyayangkan apabila keluhan masyarakat tidak diindahkan. Kebocoran pipa ini sudah mengakibatkan genangan air di badan jalan sehingga aktivitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu. Jangan sampai masyarakat terus-menerus menjadi korban akibat lambannya penanganan," tegasnya.selasa (3/11/2026)
Baca Juga:
Ia menilai PERUMDA Tirtanadi seharusnya lebih responsif terhadap setiap laporan dan keluhan masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, Tirtanadi dituntut tidak hanya menjalankan pelayanan distribusi air, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak kerusakan infrastruktur yang berada dalam pengelolaannya.
Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Mahasiswa Corruption Watch menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila persoalan tersebut terus dibiarkan tanpa solusi konkret.
"Jika pihak PERUMDA Tirtanadi tidak mampu menangani persoalan kebocoran pipa ini, kami meminta Kepala Cabang (Kacab) maupun Direktur PERUMDA Tirtanadi untuk mengevaluasi diri. Bahkan, jika memang tidak mampu menjalankan tanggung jawab dan amanah jabatan, lebih baik mundur dari jabatannya. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan akibat buruknya respons terhadap persoalan pelayanan publik," tegasnya.