Tiga korban berhasil diselamatkan dan mengalami luka-luka. Sementara itu, tiga korban lainnya sempat dinyatakan tertimbun reruntuhan bangunan yang ambruk akibat
ledakan.
Tim SAR gabungan mengerahkan alat berat berupa crane dan ekskavator untuk mempercepat proses pencarian korban di antara puing-puing bangunan.
Pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, tim SAR berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan.
Korban diduga merupakan istri pemilik
rumah.
Korban ditemukan di kamar mandi lantai dua dalam kondisi terjepit material bangunan yang runtuh. Jenazah kemudian dievakuasi ke
rumah sakit untuk keperluan identifikasi dan visum.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua korban lainnya yang merupakan asisten
rumah tangga (ART) dan baby sitter.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Medan, Heri Marantika mengatakan, proses pencarian terkendala karena lantai dua dan tiga bangunan runtuh lalu menyatu, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
"Pukul 02.30 WIB tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban. Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya. Runtuhan lantai dua dan tiga menyatu sehingga kami berupaya menarik kanopi menggunakan crane agar proses pencarian bisa dilakukan," ujar Heri Marantika.
Petugas gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Baca Juga: