Rabu, 26 Agustus 2026 WIB

Tuntut Transparansi Reklamasi Kotanopan, Jurnalis Madina Layangkan 7 Poin Konfirmasi Menohok ke Tim Terpadu Pemprovsu

Magrifatulloh - Sabtu, 11 Juli 2026 06:00 WIB
Tuntut Transparansi Reklamasi Kotanopan, Jurnalis Madina Layangkan 7 Poin Konfirmasi Menohok ke Tim Terpadu Pemprovsu
Tim jurbalis.

MATATELINGA,Mandailing Natal, : Situasi sosial di Kabupaten Mandailing Natal kian memanas akibat simpang siur informasi pasca-penertiban tambang emas ilegal (PETI) di Kotanopan oleh Tim Terpadu Sumut. Menanggapi tensi kerawanan tersebut, salah seorang jurnalis lokal Magrifatullah Lubis resmi mengirimkan 7 poin konfrontasi data dan konfirmasi kepada Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi Sumber Daya Mineral Dedy Jamiansyah Harahap dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hedi Wahyudi Marpaung pada Jumat (10/7/2026).
Fokus utama konfirmasi ini menyoroti indikasi manipulasi informasi dan dugaan pembohongan publik yang telah meruntuhkan integritas dan wibawa Pemerintah Provinsi Sumut oleh oknum Kepala Desa Singengu Julu, Maraginda Hakim Nasution (MH). Oknum yang diduga kuat bertalian dengan inisial pelaku PETI "GD" ini disebut kerap menggunakan narasi yang bertolak belakang (kontradiksi) dengan substansi dan regulasi, bahkan dia berupaya menggiring opini publik bahwa aktivitas pengerukan tanah yang dilakukannya adalah "reklamasi sah" yang didukung dan direstui oleh Pemerintah provinsi.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Bobby Nasution Apresiasi Dukungan Komisi VII DPR RI, Dorong PRSU Masuk Kalender Event Nasional
Pemkab Samosir Promosikan Produk Unggulan "Wine Mangga" yang Sudah Mendunia
Kuotanya Terbatas, Pemeriksaan Gula, Kolesterol, dan Asam Urat Diminati Banyak Pengunjung PRSU ke-50
Dualisme Narasi Penertiban PETI Kotanopan. Gubernur Sumut Didesak Beri Klarifikasi Terbuka
Sebut Jurnalis Berspekulasi, Kades Singengu Julu Tak Berkutik Disodori Bukti Foto Razia Pemprov Sumut
Meriahkan PRSU 2026, SMAN 12 Medan Tampilkan Karya Kokurikuler Pupuk Kompos, Baju Rompi dan Tanaman Hidroponik
 
Komentar
 
Berita Terbaru