Kegiatan ini, menjadi ruang strategis bagi para kepala daerah dan pemangku kepentingan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah inovatif dalam menciptakan kota yang aman, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurut Wesly, Pemko Pematang
siantar memiliki peran penting menghadirkan pelayanan publik yang prima sekaligus menghadirkan pembangunan yang mampu menghadapi situasi dan kondisi tantangan masa depan.
Melalui Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian
Rakernas APEKSI, Wesly berharap dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang sesuai tantangan situasi terkini pemerintah kota di seluruh Indonesia.
"Melalui APEKSI ini, saya berharap kita dapat merumuskan suatu rekomendasi kebijakan strategis yang menjadi kebutuhan kota secara umum, baik dari tata kelola pemerintahan, serta mampu memberikan dampak kepada masyarakat," katanya.(sip)
Baca Juga: