Senin, 13 Juli 2026 WIB

Kodaeral I Belawan Sulap Lahan Strategis Jadi Lumbung Pangan

Rompas - Rabu, 27 Mei 2026 10:18 WIB
Kodaeral I Belawan Sulap Lahan Strategis Jadi Lumbung Pangan
Laksamana Mudan TNI AL saat mencabut bibit ikan


​Bergerak di atas keterbatasan lahan pesisir Belawan, Kodaeral I menerapkan pendekatan agrikultur yang cerdas dan adaptif melalui sistem aquaponik serta pemanfaatan lahan tidur. Langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem hijau yang mandiri (self-sustaining ecosystem).

​Dalam aksi serentak tersebut, tanah-tanah produktif Barakuda mulai diisi dengan komoditas bernilai tinggi: ​600 bibit timun kenas berbasis aquaponik, memanfaatkan efisiensi nutrisi air. ​600 bibit semangka dan 600 bibit labu yang diproyeksikan sebagai komoditas penyangga. ​Ratusan bibit hortikultura harian seperti cabai, terong, dan tomat guna menjaga stabilitas kebutuhan dapur prajurit dan warga sekitar.

Baca Juga:
​Tidak hanya fokus pada hasil instan, Laksamana Muda TNI Deny Septiana juga menanam 70 batang kelapa pandan. Varietas premium ini sengaja dipilih karena nilai ekonomisnya yang tinggi serta kemampuannya mengikat air tanah, menjadikannya investasi jangka panjang untuk kelestarian lingkungan pesisir.

​Selain sektor agronomi, kekuatan ketahanan pangan Kodaeral I bertumpu pada sektor akuakultur (perikanan darat). Langkah strategis ditandai dengan penebaran 30.000 benih ikan patin ke kolam-kolam retensi. Penebaran benih dalam skala masif ini disiapkan sebagai pasokan protein berkelanjutan untuk beberapa bulan ke depan.

​Keberhasilan tata kelola perikanan ini langsung teruji secara nyata di hari yang sama melalui panen raya ikan nila seberat 150 kilogram. Keberhasilan panen dengan volume yang signifikan ini membuktikan bahwa manajemen operasional kolam ketahanan pangan Kodaeral I dikelola secara profesional, konsisten, dan berbasis pada metode pembudidayaan yang tepat.

​Guna mempertegas harmoni antara manusia dan alam, kegiatan ini disempurnakan dengan pelepasan burung merpati secara simbolis di area Ster Aviari. Sebuah pesan visual yang kuat tentang harapan, keseimbangan ekosistem, dan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kelestarian bumi pertiwi.

Baca Juga:
​Di hadapan seluruh personel dan tamu undangan, Dankodaeral I menyampaikan orasi yang penuh dengan motivasi dan visi masa depan. Beliau menekankan bahwa ruang dan waktu harus dikonversi menjadi produktivitas yang berdampak langsung bagi kesejahteraan bersama.

​Setiap jengkal tanah dan setiap detik waktu yang kita miliki adalah potensi. Kodaeral I harus mampu menjadi pelopor yang adaptif, memberikan contoh nyata bagaimana kemandirian pangan bisa dibangun dari lingkungan terkecil. Jika militer mampu mengelola ini dengan mandiri, kami berharap ini menjadi stimulus bagi masyarakat luas untuk melakukan hal yang sama,"ujar Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P.

​Melalui inisiatif yang elegan dan terukur ini, Kodaeral I sukses mengirimkan pesan optimisme dari pesisir Belawan ke seluruh penjuru negeri. Institusi militer kini tampil dalam wajah yang humanis: bukan hanya sebagai garda pertahanan, melainkan sebagai motor penggerak kesejahteraan ekonomi hijau yang menginspirasi khalayak luas.Jelas Kadispen Kodaeral l Wahyu Kurniawan.

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Polda Sumut Tinjau SPBU Sekitar Medan, Pastikan Stok BBM Aman Saat Blackout
Melalui Komsos, Babinsa Ajak Masyarakat Tanjung Kelit Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Pelaksanaan Konstatering Lahan Pertapakan Sekretariat DPC PDIP Labuhanbatu Berjalan Mulus
Percepat  Pembangunan Jembatan Gang Damai Polonia, Pemko Medan Surati PT KAI
Lahan Puskesmas Mandala Berada di Deliserdang, DPRD Medan Desak Pemko Segera Bertindak
Soal Lahan dan Bangunan, Gubsu Bobby Kunjungi SMA N 5 Pematangsiantar
 
Komentar
 
Berita Terbaru