" Perang gara gara ada orang paya itik ditembaki pakai mercon sama anak kampung Banjar saat pawai
takbiran, hingga merembet jadi perang besar,
warga yang tak salah terkena imbas lemparan batu," ucap Andika,
warga Paya Itik, Sabtu(21/3/2026).
Tawuran anak anak muda ini akhirnya dapat dihentikan setelah para orang tua masing masing kampung datang melerai perkelahian agar tak makin meluas. Namun hingga tengah malam situasi masih rawan karena sesekali masih terdengar ada kelompok kelompok pemuda yang menembaki mercon ke arah kumpulan lawan.
Pawai
takbiran mengunakan truk hias dan musik sound sistem kuat sudah menjadi tradisi tahunan di Kecamatan Galang dan memang karena penumpang dari Truck pawai itu umumnya anak anak remaja gampang terjadi gesekan dengan kelompok lain meski awalnya masalah sepele, saling ejek atau tembakan mercon.
Sementara dari pantauan Pawai
takbiran malam lebaran Idul Fitri yang berpusat di Kota Kecamatan Lubuk Pakam dan Tanjung Morawa berlangsung meriah, ribuan
warga tumpah ruah memadati jalan Lintas Sumatera Medan- Lubuk Pakam.
Puluhan petugas kepolisian juga disiagakan mengawal pawai dan melakukan patroli mengantisipasi gangguan keamanan hingga mengurai kemacetan arus lalulintas dari kegiatan pawai dan konvoi masyarakat.
Foto : Warga Kampung Banjar dan Paya Itik Tawuran