Sabtu, 19 September 2026 WIB

Pemprov Sumut Dorong Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas hingga Perguruan Tinggi

James Pardede - Kamis, 12 Februari 2026 15:00 WIB
Pemprov Sumut Dorong Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas hingga Perguruan Tinggi
Matatelinga/Istimewa
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menerima audiensi Pengurus Komisi Nasional Disabilitas RI dan Tim dari Australian Awards Indonesia (AAI) di Ruang Kerja Lantai 9 Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Kota Medan, Kamis (12/2

MATATELINGA, Medan : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan yang layak hingga ke jenjang perguruan tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan Komisi Nasional Disabilitas RI bersama Tim Australia Awards Scholarship (AAS) di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/2/2026).

Sulaiman mengapresiasi pelaksanaan program AAS bagi penyandang disabilitas di Sumut. Melalui program beasiswa tersebut, penyandang disabilitas memperoleh kesempatan lebih luas untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia berharap, kondisi 46.033 penyandang disabilitas di Sumut dapat menjadi lebih baik ke depannya.

"Untuk sekolah kekhususan di Sumut juga tidak banyak, apalagi di kabupaten/kota. Jadi program yang khusus bagi kawan-kawan yang mempunyai keterbatasan ini sangat bermanfaat pastinya, untuk masa depan mereka," ucapnya.

Baca Juga:
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan, pada tahun ini Pemprov Sumut juga tengah membahas program pendidikan bagi penyandang disabilitas, mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) hingga kesiapan infrastruktur, seperti pengembangan sekolah inklusif.

"Ada sekitar 40 guru tahun ini yang akan mendapat pendampingan khusus untuk memberikan pendidikan bagi para disabilitas. Begitu pula dengan sekolah khusus yang juga sedang disiapkan, yakni sebanyak 4 sekolah tuna rungu dan 11 sekolah tuna netra," ujarnya.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dante Rigmalia menyampaikan bahwa penyandang disabilitas masih mengalami ketertinggalan, khususnya dalam bidang pendidikan. Umumnya, mereka hanya bersekolah hingga kelas 5 sekolah dasar. Berdasarkan catatan pihaknya, hanya sekitar 5% yang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kunjungi Penyandang Disabilitas Korban Pengeroyokan, Wesly Bilang Lekas Pulih
Dorong Inklusivitas melalui Pembekalan Keterampilan dan Kemandirian Ekonomi, Asuransi Astra Hadirkan Beauty Class for Disabilities
Dinas Sosial Medan Salurkan Alat Bantu bagi Penyandang Disabilitas
Tingkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas, Pelindo Regional 1 Inisiasi Program “Rumah Difabel Berdaya”
Kajati Sumut Jalan Santai Dengan Yayasan Thongs dan Santuni Kaum Disabilitas
Asuransi Astra Rayakan Hari Jadi ke-69 di Yayasan dan Sekolah Penyandang Disabilitas
 
Komentar
 
Berita Terbaru