Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Kesigapan Polsek Parapat Ungkap Fakta Satwa Terlindas di Jembatan Sisera-sera, Sempat Disangka Anak Harimau

Joshua - Senin, 26 Januari 2026 19:27 WIB
Kesigapan Polsek Parapat Ungkap Fakta Satwa Terlindas di Jembatan Sisera-sera, Sempat Disangka Anak Harimau
Tinjau TKP satwa liar.

"Begitu menerima laporan adanya dugaan anak harimau yang terlindas kendaraan, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan instansi terkait," ujar IPDA Girsang Sinaga.

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. Informasi awal diterima dari pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Sisera-sera dan melihat bangkai satwa di badan jalan. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke masyarakat sekitar hingga ke kepala lingkungan setempat.

Baca Juga:
Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Saragih, mengungkap bahwa kepala lingkungan bersama warga melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Tak lama kemudian, lurah setempat dan Kapolsek Parapat yang baru menjabat, AKP Mantho Pandiangan, S.H., turut hadir untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Sekitar pukul 07.30 WIB, lurah dan Kapolsek Parapat sudah berada di lokasi. Situasi kemudian diamankan dan dikoordinasikan dengan pihak BBKSDA," ungkap Andar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, bangkai satwa tersebut dikuburkan atas saran pihak kepolisian guna menghindari keresahan masyarakat dan potensi risiko kesehatan. Namun, pada pukul 10.30 WIB, petugas Resor Anecc dan Cagar Alam Batu Gajah dari BBKSDA tiba di lokasi dan mendapati bangkai satwa sudah tidak terlihat karena telah dikubur.

Untuk memastikan jenis satwa tersebut, petugas BBKSDA bersama pihak kepolisian dan pemerintah setempat kemudian membongkar kembali kuburan satwa tersebut. Hasil identifikasi memastikan bahwa hewan yang mati terlindas kendaraan itu bukanlah anak harimau Sumatera, melainkan macan akar.

Baca Juga:
"Setelah dilakukan pembongkaran dan identifikasi oleh petugas, dapat dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera, melainkan macan akar," jelas Andar Saragih.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Novita Kusuma Wardani, menegaskan bahwa macan akar merupakan satwa dilindungi. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di wilayah yang dikenal sebagai lintasan satwa liar.

"Iya, itu satwa dilindungi. Diharapkan masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat melintas di daerah-daerah lintasan satwa," ucap Novita.

Video penemuan bangkai satwa tersebut sempat viral di media sosial. Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa warga melihat tiga ekor harimau menyeberang jalan, terdiri dari satu induk dan dua anak. Disebutkan pula satu anak harimau terlindas kendaraan, sementara induk dan satu anak lainnya melarikan diri ke semak-semak di sekitar perladangan warga.

Baca Juga:
Menanggapi hal tersebut, Polsek Parapat dengan sigap meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, S.H., menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan kejadian yang melibatkan satwa liar.

"Kami langsung berkoordinasi dengan BBKSDA dan pemerintah setempat untuk memastikan jenis satwa dan penanganannya sesuai aturan," ungkap AKP Mantho.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman sekaligus memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan langkah cepat dan profesional yang dilakukan Polsek Parapat bersama BBKSDA dan pemerintah setempat, kebenaran peristiwa ini berhasil diungkap. Kesigapan personel kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari warga karena mampu meredam isu yang sempat menimbulkan keresahan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melindungi satwa liar di wilayah Kabupaten Simalungun.(mtc).

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Sat Resnarkoba Polresta Deli Serdang Gelar Doa Bersama Anak Yatim
Gubsu: Jangan Ada Lagi Anak Terbebani Pendidikannya Karena Biaya Sekolah
Sumringah Anak Pedalam Aceh Utara Sekolahnya Direnopasi TNI
Agen ICE  Menembak Ibu Tiga Anak Hingga Tewas
Nikita Willy Mendadak Dihujat Warganet Usai Buku Broken Strings, Aurelie Buka Suara
Polda Sumut Berikan Dukungan Psikososial kepada Anak Korban Peristiwa Pencurian di Medan Marelan
 
Komentar
 
Berita Terbaru