MATATELINGA, Toba : Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus yang sekaligus ketua Parsibona Toba, Minggu (11/1/2026) menghadiri rapat pembahasan pembangunan kembali Balai Pasogit Datu Pejel yang terbakar di Kantor Desa Parsaoran, Kecamatan Parsaoran Sibisa Kabupaten Toba Sumatera Utara.
Dalam rapat diungkapkan bahwa Bona Urat (Marga-marga Narasaon) yang berada di sekitar lingkungan Balai Pasogit Datu Pejel yang terbakar yang akan membangun kembali Balai yang terbakar pada 24 Desember 2025 lalu.
Baca Juga:
Sebelumnya, PPRN, Parsibona dan kumpulan marga Narasaon telah melakukan rapat untuk tujuan yang sama membangun kembali Balai Pasogit Datu Pejel, namun Bona Urat telah memutuskan lebih awal bahwa kesepakatan ke empat marga yang tinggal di Sibisa yang akan melakukan pembangunan, namun tetap berkoordinasi membuka diri dengan organisasi marga Narasaon lainnya.
Wakil bupati yang mendengar keputusan tersebut mendukung Bona Urat agar membangun kembali Balai yang terbakar.
"Jika pekerjanya dari
bonapasogit pasti akan lebih diperhatian," ungkap wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus.
Dalam rapat, kepala desa dan panitia menceritakan awal mula terjadinya kesepakatan rapat dan memutuskan untuk membangun kembali.
Pembangunan akan dimulai dilaksanakan pada Senin, (12/1/2026) dan tidak ada peletakan batu pertama. Peletakan batu pertama akan dilakukan saat melakukan pendirian Tiang Raja, maka disitulah dibuat acara adat peletakan batu pertama, karena Tiang Rajalah yang memegang dan mengendalikan semua menurut sejarahnya.
"Biaya pembangunan sebesar 92 juta rupiah dan bangunan tetap seperti semula beratapkan ijuk. Kami tidak menjalankan proposal dan kami siap memberikan tenaga dan dana kami sendiri. Namun kami tetap terbuka untuk semua organisasi Narasaon," terang mereka.
Perwakilan
marga Narasaon yang berada di sekitar Balai seperti penjaga Rumah Parsaktian Rio Sitorus, James Sirait, Eston Butarbutar dan Marisi Manurung meminta maaf jika kesepakatan mereka sama sekali bukan tidak menghargai organisasi
marga lainnya. Tapi mereka sepakat menyampingkan organisasi tersebut dan tetap berkoordinasi dengan pengurus organisasi
marga-
marga Narasaon.
"Kami minta maaf jika kami terlanjur mengambil keputusan untuk membangun kembali bangunan seperti semula tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada marga Narasaon lainnya dan bukan menutup diri. Kami tak membawakan punguan-punguan (Kumpulan-kumpupan) tapi kami menghargai tempat bersejarah Datu Pejel,"ungkap James Sirait.
Eston Butarbutar mengatakan jika nama awal bangunan Balai Datu Pejel adalah Jabu Partonggoan Datu Pejel makanya ada 4 pojok bangunan yang terdapat di tempat tersebut.
Marisi Manurung mengatakan bahwa kami tak ada berkeinginan mengambil untung atas kejadian ini. Semua dana akan transparan.
"Biarkanlah kami memperbaikinya dan tetap bekerja dan berkomunikasi kepada semua pihak," terang Marisi Manurung.
Walaupun saat rapat terjadi kesalahpahaman dan alot, kesepakatan tetap dilaksanakan bahwa Bona Urat yang akan melakukan pembangunan kembali Balai Datu Pejel tanpa campur tangan organisasi lain yang sudah terbentuk kepanitiaannya.
Marga Narasaon berharap agar bangunan bersejarah tersebut bisa kembali menjadi sejarah bagi
marga Narasaon seperti Sitorus, Manurung, Sirait dan Butarbutar
Hadir dalam rapat Sesmon Butarbutar kadis Kominfo, Chandrow Manurung anggota DPRD Toba dan lainnya tokoh Narasaon.