Pemkab Asahan Siapkan 101 Ekor Hewan Qurban Pada Hari Raya Idhul Adha 1447 H
MATATELINGA, Asahan Sebanyak seratus satu ekor hewan ternak berupa sapi dan domba yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk disem
Berita Sumut
MATATELINGA, Toba :Pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan merupakan pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Kedua sektor ini berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pemasukan devisa negara. Namun, di sisi lain, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan.
Nilai Konservasi Tinggi (NKT)
Baca Juga:Nilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Value (HCV) merupakan area yang memiliki nilai penting secara ekologi, sosial, maupun budaya, yang perlu dilindungi dalam pengelolaan lahan. Enam kategori utama NKT meliputi: NKT 1: Keanekaragaman hayati penting (misalnya habitat spesies langka atau dilindungi), NKT 2: Lanskap ekosistem yang luas dan masih utuh, NKT 3: Ekosistem langka atau terancam punah, NKT 4: Area yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan (misalnya daerah tangkapan air, pengendali erosi), NKT 5: Area penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat local, NKT 6: Area yang memiliki nilai budaya, religius, atau identitas penting bagi masyarakat setempat.
Menurut Rehulina Mustika Meylisa Togatorop dalam tugas Artikel Konservasi Flora dan Fauna, penerapan identifikasi dan pengelolaan NKT bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan produksi tidak merusak fungsi ekologis dan sosial yang esensial di kawasan tersebut.
1. Melindungi keanekaragaman hayati
Baca Juga:o Kawasan HCV sering menjadi habitat bagi flora dan fauna langka, endemik, atau terancam punah.
o Pencegahan hilangnya spesies akibat pembukaan lahan.
o Menjaga ekosistem seperti hutan riparian, rawa, gambut, dan sumber air.
Baca Juga:o Menjaga fungsi lingkungan seperti penyerapan karbon dan siklus air.
3. Mengurangi dampak lingkungan
4. Menjaga hak dan kepentingan sosial masyarakat
Baca Juga:o Melindungi area yang memiliki nilai budaya, sejarah, atau spiritual bagi masyarakat lokal/ adat.
o Menjamin akses masyarakat pada sumber daya yang bergantung pada alam (misalnya sumber air, obat, bahan pangan).
o Menjadi persyaratan wajib dalam standar keberlanjutan seperti RSPO, ISPO, FSC, atau ISCC.
Baca Juga:o Membantu perusahaan memenuhi regulasi nasional dan tuntutan pasar global.
6. Meningkatkan reputasi dan keberlanjutan bisnis
o Membuka peluang pasar yang memiliki persyaratan keberlanjutan ketat.
Baca Juga:"Dalam perkebunan sawit, penerapan NKT sangat penting karena: membantu menentukan area mana yang boleh dibuka dan mana yang harus tetap dilindungi; mencegah hilangnya habitat satwa dan flora penting; menghindari dampak sosial terhadap masyarakat lokal dan adat; memastikan keberlanjutan jangka panjang perkebunan; memenuhi standar global seperti RSPO, ISPO, dan komitmen NDPE. Dengan melindungi area NKT, perusahaan dapat beroperasi secara produktif, namun tetap menjaga ekologi, sosial budaya, dan keberlanjutan. NKT adalah pendekatan yang membantu mengidentifikasi area-area paling penting bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan melindungi area tersebut, kegiatan perkebunan dapat berjalan tanpa merusak keanekaragaman hayati, ekosistem, dan nilai sosial budaya," kata Rehulina Mustika Meylisa Togatorop pada Minggu, (7/12/2025) lewat pesan singkatnya.
Nilai Stok Karbon Tinggi (SKT): Mencegah Kehilangan Karbon dan Mengendalikan Emisi
Melalui pendekatan SKT, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang aman untuk dikembangkan serta area yang wajib dipertahankan atau direstorasi. Dengan demikian, ekspansi perkebunan tidak hanya memperhatikan produktivitas, tetapi juga kontribusinya terhadap mitigasi perubahan iklim.
Baca Juga:Menurutnya, SKT penting untuk mencegah hilangnya cadangan karbon, mengendalikan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mendukung pengelolaan perkebunan yang bertanggung jawab
Dalam perkebunan sawit, SKT sangat relevan karena banyak lahan potensial sawit sebelumnya berupa hutan atau lahan berhutan sekunder. Tanpa identifikasi SKT, pembukaan lahan bisa menyebabkan emisi karbon besar-besaran. Pembeli internasional (misalnya melalui standar RSPO atau NDPE) mensyaratkan perlindungan area SKT. Dengan menerapkan SKT, perusahaan dapat melakukan ekspansi secara berkelanjutan, menghindari deforestasi, dan tetap memenuhi standar pasar global.
Baca Juga:Keterkaitan NKT dan SKT dalam Pembangunan Berkelanjutan
NKT dan SKT saling melengkapi dalam mewujudkan praktik pengelolaan lahan yang bertanggung jawab. NKT menitikberatkan pada konservasi ekologis, sosial, dan budaya, sedangkan SKT fokus pada perlindungan hutan berkarbon tinggi. Penerapan kedua konsep ini menjadi landasan penting dalam berbagai standar keberlanjutan seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Pelaksanaan di lapangan dapat meliputi: pemasangan tanda batas yang jelas di setiap area NKT dan SKT. Patroli rutin oleh petugas konservasi dan regu keamanan. Pemulihan habitat pada area yang rusak. Menjaga kualitas air pada sungai, riparian, dan daerah resapan. Monitoring flora dan satwa liar melalui pemasangan kamera trap, survei jejak, atau observasi langsung dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat disekitar perkebunan. Selain pelaksanaan dilapangan ada juga monitoring dan evaluasi kegiatan pengelolaan dan pemantauan NKT dan SKT yang dilakukan dan pelaporan ke Dinas terkait pengelolaan dan pemantauan NKT dan SKT yang telah dilakukan perusahaan.
Baca Juga:Pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan di Indonesia harus diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Penerapan konsep NKT dan SKT menjadi instrumen penting untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mengintegrasikan kedua konsep ini, perkebunan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berperan dalam konservasi keanekaragaman hayati dan pengendalian perubahan iklim.
MATATELINGA, Asahan Sebanyak seratus satu ekor hewan ternak berupa sapi dan domba yang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk disem
Berita Sumut
MATATELINGA,Simalungun Dalam rangka menyambut, memperingati dan ikut merayakan Hari Raya Idul Adha tahun 1447 H / 2026 M, PT Kawasan Indust
Ekonomi
MATATELINGA, MedanSemangat membangun usaha mandiri terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pelatihan dan Worksho
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang TP PKK Desa Bandar Khalipah bersama Kader PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) Bidang KISAH (Keluarg
Berita Sumut
MATATELINGA, AsahanPemerintah kabupaten Asahan gelar malam takbiran dalam rangka sambut hari raya Idhul Adha 1447 H tahun 2026 dengan puluh
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Sartika resmi melaporkan dugaan tindak pida
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Pengungkapan dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam Phantom KTV, Jalan H Adam Malik, Medan, terus berkembang
Berita Sumut
MATATELINGA, DeliserdangPolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor dan meng
Berita Sumut
MATATELINGA, MedanSejumlah Pengurus Forum Petisah Bersatu (FPB) Medan, dengan didampingi oleh Dr. Henry Sinaga, SH, SpN, MKn, selaku ahli h
Berita Sumut
MATATELINGS, Medan Warga sekitar Jalan Sei Belutu, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal geger, Selasa (26/5/2026) dinihari.Mereka mene
Berita Sumut
MATATELINGA,MedanPenyidik Subdit Tipidkor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut memastikan tersangka Nur Erdian (NE) dalam kondisi sehat
Berita Sumut
MATATELINGA, Palas Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menyejahterakan warganya, termasuk petani kelapa sawit yang menjadi tulang pu
Berita Sumut