"Melihat suami saya terbaring lemah dan menahan sakitnya, saya jadi tidak tega. Dan untungnya sesampai dirumah sakit, suami saya ditangani langsung. Saat setelah semua di cek, perawat rumah sakit memberi tau kepada saya, kalau suami saya mau di rontgen. Agar mengetahu penyakit apa yang sedang di rasakan oleh suami saya. Perawat rumah sakit langsung menjadwalkan rontgen suami saya. Seketika itu saya sangat cemas, karena menunggu hasil rontgen suami saya," jelas Rosmida.
Namun disaat seperti ini Rosmida sedikit lega karena BPJS Kesehatan dapat membuat Rosmida serta keluarga yang lain tidak terlalu pusing untuk memikirkan biaya perobatan, dan rawat inap dirumah sakit yang sudah ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.
Jadi Rosmida merasa sangat tertolong dan terbantu. Rosmida juga menjelaskan, setelah hasil rontgen sang suami keluar perawat rumah sakit memberikan penjelasan yang sangat mendetail kepada Rosmida dan keluarga. Ternyata sang suami mengidap penyakit Lever.
"Ternyata penyebab sakit lever ini karena ada nanah yang berada dalam Lever suami saya. Sehingga suami saya merasa sakit pada bagian perutnya. Saat itu juga suami saya disarankan untuk operasi dan saya menyetujuinya. Karena harus segera ditangani agar tidak membusuk," tutur Rosmida.
Rosmida juga mengatakan bahwa dokter, dan perawat dirumah sakit sangat baik, ramah dan juga cekatan. Tidak ada perlakuan yang membeda-bedakan antara pasien lain dengan pasien satunya. Pengurusan administrasi untuk sang suami juga tidak dipersulit, dan tidak ada biaya tambahan yang diminta oleh pihak rumah sakit.
"Saya sangat terbantu dan berterimakasih banyak dengan BPJS Kesehatan, karena telah banyak membantu masyarakat Indonesia," tandasnya.