Sementara itu, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt. Krismas Imanta Barus, menjelaskan bahwa pemilihan tema "Mamre Sang Pendidik Sukacita" merupakan wujud refleksi sekaligus tekad Kaum Bapa GBKP untuk terus menghadirkan sukacita dalam mendidik keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Mupel Mamre kita kali ini dilakukan lima tahun sekali. Temanya juga terarah pada filosofi kehidupan kami, yakni menjadi Bapa atau Mamre yang pendidik sukacita," ungkapnya.
Pdt. Krismas menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi perjalanan hidup Kaum Bapa GBKP, sekaligus merencanakan program pelayanan pendidikan agar dapat hidup sebagai orang tua yang lebih baik, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, peran Mamre tidak hanya berhenti pada lingkup pribadi, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi keluarga dan komunitas.
"Mamre berfokus sebagai imam di tengah keluarga, bertanggung jawab, membimbing, mengayomi, dan menjaga keluarga agar tumbuh menjadi pribadi yang baik," tambahnya.
Sebagai informasi, Mamre merupakan lembaga persekutuan Kaum Bapa di lingkungan GBKP. Anggotanya tersebar mengikuti pertumbuhan GBKP yang kini mencakup 856 Runggun (Majelis Gereja), dengan lebih dari satu juta jemaat di 30 provinsi di Indonesia. Musyawarah Pelayanan Mamre diselenggarakan setiap lima tahun sekali dengan agenda utama mengevaluasi program sebelumnya, merumuskan rencana lima tahun ke depan, serta melakukan periodisasi kepengurusan dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi umat. Tahun ini, kegiatan tersebut dihadiri sekitar lima ribu peserta yang terdiri atas pengurus Mamre se-Indonesia, jemaat, serta masyarakat sekitar.
Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Deli Serdang Asri Luddin Tambunan, Bupati Karo Antonius Ginting, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten.