- Pelatihan literasi digital bagi masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
- Pembuatan pojok baca kreatif di ruang publik desa untuk menarik minat baca.
- Kampanye Gerakan Gemar Membaca yang melibatkan tokoh masyarakat, pengelola perpustakaan, dan komunitas lokal.
Baca Juga:
Kegiatan KKN Tematik Literasi ini memanfaatkan jaringan pusat literasi yang tersebar di berbagai desa, seperti Perpustakaan Desa Sipede (Bakaran Batu), Perpustakaan Desa Bandar Baru, TBM Al-Hijrah (Desa Tembung), Perpustakaan Desa Candirejo, TBM Lingkaran (Denai Lama), Taman Bacaan Masyarakat Kebangsaan (Percut), Padepokan Iqro (Kolam), hingga TBM Pilar Madani (Tandem Hilir I). Total terdapat 20 titik yang menjadi lokasi utama kegiatan.
Menurut salah satu DPL, kehadiran mahasiswa di desa bukan hanya membantu meningkatkan literasi, tetapi juga menggerakkan semangat gotong royong.
"Masyarakat ikut terlibat, mulai dari menyediakan tempat, ikut membaca bersama, hingga mengadakan kegiatan kreatif di perpustakaan desa. Ini yang membuat program ini terasa hidup," ujarnya.
Selain membangun minat baca, program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing masyarakat desa melalui keterampilan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan kemampuan mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan, dan sosial di masa depan.
KKN Tematik Literasi USM-Indonesia dan Perpusnas RI ini menjadi langkah nyata untuk membangun ekosistem literasi berkelanjutan di Deli Serdang. Sinergi antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, pengelola perpustakaan, dan warga diharapkan dapat melahirkan masyarakat yang cerdas, inovatif, dan berkarakter, sejalan dengan visi pembangunan nasional.