"Momen paling menyentuh adalah ketika kami melihat para korban yang selamat, terutama anak-anak. M. Farel Ansori (16), Atha Nugraha Sinaga (14), Adeeva Varisa Zahra Sinaga (10), dan Yasmin (2) - mereka adalah masa depan yang harus kita selamatkan," ucap AKP Verry Purba dengan suara bergetar.
Saksi mata Candra Agustian, SE (41), yang mengendarai mobil Mobilio abu-abu BK 1426 RU tepat di belakang mobil korban, menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan. "Saya langsung menuju mobil Calya dan melihat kondisi yang sangat memprihatinkan. Sopir tidak sadarkan diri, dan beberapa penumpang sudah tidak bernyawa," ungkap Candra dengan mata berkaca-kaca.
Reaksi cepat masyarakat dan personel Polres Simalungun dalam memberikan pertolongan pertama menjadi kunci penyelamatan korban yang masih hidup. Ambulans segera dipanggil untuk membawa korban ke RS Karya Husada, sementara tim penyelidik mulai mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan saksi.
"Semangat 'Polri Untuk Masyarakat' benar-benar kami wujudkan dalam situasi darurat ini. Setiap nyawa berharga dan harus kita selamatkan dengan segala upaya," tegas Kapolres melalui juru bicaranya.
Baca Juga:
Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 75 juta, dengan kerusakan parah pada sisi kiri mobil Calya meliputi kaca depan, kaca samping kiri, bumper depan, pintu sebelah kiri, dan ban sebelah kiri. Sementara Kereta Api 2803 Kisaran Express tidak mengalami kerusakan berarti.