Nasib serupa dialami oleh penumpang Edwar Janer Damanik yang beralamat di Jalan Perbatasan Gang Sumbayak No.03, Lingkungan II, Kelurahan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. Pria berusia 60 tahun yang berprofesi sebagai wiraswasta ini juga mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Dua korban jiwa ini adalah kepala keluarga yang sedang dalam perjalanan. Sungguh tragis kehilangan yang dialami keluarga mereka," ungkap IPDA Winokto dengan nada menyesal.
Sementara itu, satu-satunya korban yang selamat adalah Eli Sahriani Damanik (49), seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Jalan Letda Sujono Lingkungan II, Kelurahan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. Korban mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga:
"Alhamdulillah, satu korban masih dapat diselamatkan meski dalam kondisi luka berat. Kami berharap beliau dapat pulih kembali," ujar IPDA Winokto.
Berbeda dengan korban di mobil Kijang Innova, pengemudi truck Hino BB-8888-NE, Frantoni Hutagalung yang beralamat di Kelurahan Pagalaran Lambung I, Kecamatan Andian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, tidak mengalami luka setelah kejadian. Pria berusia 36 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi ini dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
"Pengemudi truck dalam keadaan sehat dan dapat memberikan keterangan kepada petugas. Berdasarkan hasil investigasi awal, dia tidak melakukan kesalahan karena berada di jalur yang benar," ucap IPDA Winokto.
Berdasarkan hasil olah TKP, petugas menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah kecepatan tinggi mobil Kijang Innova yang tidak sesuai dengan kondisi jalan yang basah dan licin. Lokasi kejadian merupakan jalan nasional dengan lebar 6,50 meter beraspal hot mix yang lurus dan mendatar.
"Meskipun terdapat marka jalan, namun tidak terdapat rambu-rambu peringatan di lokasi tersebut. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan infrastruktur jalan," ungkap IPDA Winokto.