MATATELINGA, Sibolga: Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori akan segera memediasi konflik terjadi di internal dewan, selepas Pilkada 2024.
Jamil mengakui konflik yang dimulai dari penyegelan pintu utama kantor DPRD oleh fraksi Gerindra berujung keributan hingga melibatkan ketua DPRD Ansyar Afandi Paranginangin, miskomunikasi.
Karena itu, Jamil meminta antara dua kubu berseteru baik dari ketua DPRD atau fraksi Gerindra, agar kepala dingin menanggapi semua persoalan terjadi.
"Habis Pilkada 2024, kita akan segera memediasi persoalan ini. Ini adalah soal miskomunikasi antara ketua dan fraksi Gerindra. Mudah-mudahan keduanya bisa legowo menyelesaikan masalah," kata Jamil baru-baru ini.
[br]
"Kenapa saya sampaikan begitu. Masih banyak tugas-tugas kita sebagai wakil rakyat yang akan dihadapi dan dijalani. Jangan sempat masalah ini panjang, dan harus tuntas segera mungkin," lanjutnya.
Disisi lain, Jamil juga berharap semua pihak terutama masyarakat pendukung masing-masing kubu berseteru, agar tak terprovokasi. Karena ini adalah masalah internal DPRD.
Sebelumnya terjadi konflik antara ketua DPRD dan fraksi Gerindra. Penyegelan pintu utama kantor dewan pun dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dari fraksi Gerindra dipimpin oleh wakil ketua dari Gerindra, Andika Pribadi Waruwu.
Andika menyebut fraksi Gerindra telah banyak dirugikan secara materil ataupun immateril atas sikap dan tindakan yang dilakukan ketua DPRD Sibolga, Ansyar Afandi Paranginangin.
Sebaliknya, ketua DPRD dari Nasdem itu membantah tudingan fraksi Gerindra dan tidak beberapa lama, massa pendukung Gerindra mendatangi ketua dewan saat konferensi pers bersama pendukungnya.
Nyaris terjadi bentrok antara kedua kubu. Beruntung, Polisi sigap mengamankan situasi dengan menetralisir emosi warga dan memastikan keamanan ketua DPRD yang berusaha meninggalkan kantornya.