MATATELINGA,Tebingtinggi: Studi organisasi kesehatan dunia (WHO) di Indonesia menyebutkan salah satu penyebab masalah stunting di Indonesia adalah tingginya angka pernikahan dini, hal inilah yang katakan wakapolres Tebingtinggi, Kompol. Asrul Robert Sembiring SH saat memimpin rapat koordinasi pembahasan gizi buruk (Stunting), pada Senin (27/03/2023) di aula Kamtibmas polres Tebingtinggi.
Dalam rapat tersebut, ada Beberapa objek yang harus dijadikan focus dalam menekan angka stunting yakni, pencegahan pernikahan dini dan memaksimalkan pola asuh anak dalam keluarga.
Dimana di sebutkan, stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada balita dan anak yang mengalami stunting akan terlihat pada saat menginjak usia 2 tahun.
Seorang anak dikatakan mengalami stunting apabila tinggi badan dan panjang tubuhnya minus 2 dari standar Multicentre Growth Reference Study atau standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag Ops Kompol Yengki Deswandi, Kabag Ren Kompol Anjas Asmara, Kasat Samapta AKP Ahmad Yani, Kasat Lantas AKP Dhoraria Simanjuntak, Kasat Intel AKP Suparmen, Kasi Trantib, Syahril Lubis, Camat Tebingtinggi Kota, Manda Yulian, Perencana Muda Bappeda, Junita R. Padang, para Kapolsek jajaran Polres Tebingtinggi dan para Perwira Polres Tebingtinggi.
Adapun tujuan Rapat Koordinasi tersebut adalah untuk menguatkan sinergi dan kepedulian tim percepatan penurunan stunting dalam rangka koordinasi dan evaluasi terhadap stunting.
Bahwa kegiatan ini semakin memupuk serta menguatkan semangat sebagai tim penurunan stunting sehingga bisa menurunkan stunting di Kota Tebingtinggi.(bas)