MATATELINGA, Asahan : Geger soal hasil perolehan suara saat Pilkades 2022 beberapa waktu lalu, warga masyarakat desa Bagan Asahan kecamatan Tanjung Balai meluruk kantor Bupati Asahan, Jum'at (04/11/2022).
Bupati Asahan H.Surya dan beberapa pejabat di Asahan menerima kedatangan perwakilan masyarakat desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai dan masyarakat desa Sei Lunang Kecamatan Sei Kepayang Timur , bupati Asahan dalam keterangannya mengatakan proses Pilkades yang telah berlangsun beberapa waktu lalu semuanya telah diserahkan kewenangannya kepada tim pembantu penyelesaian sengketa Pilkades untuk menyelesaikan sengketa yang mungkin terjadi pada saat Pilkades di Kabupaten Asahan dan tim ini dibentuk sebelum terselenggaranya Pilkades dan bebas dari segala bentuk intervesi dan
tim Pembantu Penyelesaian Sengketa Pilkades hanya mengumpulkan bukti-bukti dari persengketaan yang terjadi, ujarnya
Bupati juga mengatakan jika masyarakat desa Bagan Asahan dan desa Sei Lunang tidak merasa puas dengan hasil Pilkades yang lalu, disarankan kepada warga masyarakat tersebut untuk membawa permasalahan ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan akan menjalankan apapun yang menjadi keputusan PTUN nantinya.
Sementara perwakilan warga masyarakat desa Bagan Asahan Andrian mengatakan protes dan aksi ini terjadi lantaran dalam pelaksanaan Pilkades beberapa waktu lalu terdapat kecurangan yang dilakukan oleh beberapa oknum KPPS disalah satu TPS yang ada di desa Bagan Asahan.
Kecurangan tersebut adanya oknum KPPS tersebut melakukan pencoblosan surat suara sebanyak 2 lembar surat suara cadangan untuk satu nama calon Kepala Desa dimaksud, sementara dalam aturan mencoblos surat suara cadangan merupakan salah satu bentuk kecurangan pada pelaksanaan Pilkades dan tidak dapat dibenarkan, berawal dari kejadian tersebut warga masyarakat desa ini melakukan protes dan berujung aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Asahan, kami meminta bupati untuk menganulir dua surat suara tersebut dan atau kami berharap dilakukan pemilihan ulang.
Hal senada juga disampaikan Zailani dan Suwanda warga desa Sei Lunang Sei Kepayang Timur mengatakan kami warga desa Sei Lunang meminta penjelasan terkait dengan menangnya Cakades dengan nomor urut 3 yang ditengarai menangnya Cakades tersebut adanya permainan yang tidak sehat dan saat ini kami minta penjelasan bupati Asahan terkait hal dimaksud, ungkapnya (dieks).