Kamis, 30 Juli 2026 WIB

Pelajar SD di Tebingtinggi Mulai Divaksin Covid 19

- Rabu, 05 Januari 2022 18:30 WIB
Pelajar SD di Tebingtinggi  Mulai Divaksin Covid 19
matatelinga
Proses Vaksinasi Merdeka Anak yang dilaksanakan di anjungan sri Mersing Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi di koordinir langsung oleh kapolres Tebingtinggi, Mochamad Kunto Wibisono, S.IK bersama Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring bes

MATATELINGA, Tebingtinggi: Mulai Rabu (05/01) Pelajar Sekolah Dasar (SD) se Kota Tebingtinggi mulai menerima suntikan vaksinasi Covid-19, yang di selenggrakan oleh polres Tebingtinggi Polda Sumut di anjungan sri Mersing lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi.

Launching Vaksinasi Merdeka Anak ini, digelar Polres Tebingtinggi inipun langsung di koordinir oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochamad Kunto Wibisono, S.IK bersama Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring beserta JPU Polres, terhadap para pelajar SD yang mengikuti Vaksinasi Merdeka Anak.

Plt Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Henny Sri Hartati usai memantau kegiatan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan, launching vaksinasi anak umur 6 sampai 11 tahun, sesuai dengan Surat Edaran Kemenkes karena capaian vaksinasi dosis satu di Tebingtinggi sudah diatas 70 persen dan lansia diatas 60 persen.

Adapaun sasaran untuk vaksinasi anak sekolah umur 6 sampai 11 tahun ini ada sekitar 17.348 anak yang akan divaksinasi.

“Untuk hari ini, dilakukan launching dengan memvaksin sekitar 399 anak dan akan dilanjutkan besok dan seterusnya untuk memenuhi sasaran tetsebut,” ujar dr Henny.

[br]

Terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Tebingtinggi dr Henny menjelaskan, untuk SMP dan SMA sudah diperbolehkan melaksanakan PTM 75 persen dari jumlah siswa karena mereka sudah divaksin dan kita berada di PPKM level 1.

“Namun untuk Sekolah Dasar belum diperbolehkan 75 persen karena, saat ini kita masih mengejar target vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun,” kata Henny.

Henny Sri Hartati yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tebingtinggi ini juga menegaskan pihaknya terus memantau PTM dengan tetap melakukan uji sampel anti gen dengan untuk guru dan murid. Jika ada disuatu sekolah yang guru atau muridnya positif, maka sekolah tersebut langsung ditutup.


“Jadi vaksin yang kita berikan kepada anak usia 6 sampai 11 tahun adalah sinovac dengan dosis 0,5 mili. Jadi kita mengharapkan para orang tua agar memberikan sarapan kepada anaknya sebelum dilakukan vaksinasi,” pesan dr Henny Sri Hartati.(mtc/bas)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru