Minggu, 26 April 2026 WIB

Dokter Muda di Medan Meninggal Akibat Covid 19

- Kamis, 13 Agustus 2020 11:50 WIB
Dokter Muda di Medan Meninggal Akibat Covid 19
Mtc/ist
MATATELINGA, Medan: Kabar duka kembali datang di penanganan COVID-19 di Medan. Salah seorang dokter umum bernama Dennis meninggal dunia karena corona di Rumah Sakit Siloam, Rabu (12/8) malam.


“Iya (benar) anggota kita kembali gugur karena COVID-19,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan, dr Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu,Kamis (13/8/2020).

Wijaya mengatakan, Dennis merupakan dokter ke 7 yang meninggal karena virus ini.  Dia pun merasa begitu prihatin, pasalnya usia Dennis  masih begitu muda.

“Di antaranya 7 dokter di Medan yang meninggal karena COVID-19, dr. Dennis paling muda, usia 32 tahun,” ujar Wijaya

Wijaya menuturkan dalam keseharian Dennis  bekerja di salah satu klinik di Kota Medan. "Tidak langsung menangani pasien COVID-19. Saat ini, temannya yang bekerja di klinik yang sama, tengah dirawat di ICU salah satu RS di kota Medan," ujar Wijaya.

Dengan semakin banyaknya tenaga medis yang  corona, Wijaya khawatir pelayanan pasien non COVID-19 akan terganggu. Ia menyarankan  pemerintah memetakan kembali rumah sakit khusus corona dengan non corona

"Jika dinilai satu RS (rumah sakit ) lebih bermakna jika menangani pasien non-COVID,  maka RS tersebut tidak boleh menangani pasien COVID, begitu sebaliknya," kata Wijaya.


Meskipun sudah banyak  dokter yang positif corona, Wiajaya yakin tidak ada satupun dokter yang akan meninggalkan tanggungjawabnya menolong masyarakat.

" Saya percaya tidak akan satupun dokter yang akan meninggalkan tanggung jawabnya ini sepanjang masih mampu dia bertahan di tengah krisis semangat dan bahaya infeksi COVID-19 yang selalu mengancam," tandasnya

Sebelumya GTPP Covid 19 Sumatera Utara mendata saat ini banyak tenaga medis yang terpapar corona. Total keseluruhan yang terpaoar 348 orang

" Mereka terdiri 40 dokter spesialis, 13 orang Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), 29 orang dokter umum, 207 orang perawat, 29 orang bidan dan 30 orang analis laboratorium,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara, Whiko Irawan, Selasa (11/8). (mtc/fae_)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru