Pergerakan Rupiah Cenderung Terbatas, Terhalang Covid-19
Kekhawatiran melonjaknya kasus Covid19 usai lebaran jadi salah satu faktor pemberat pergerakan rupiah. Usai libur Lebaran, pergerakan rupiah cenderung terbatas
Ekonomi
Kekhawatiran melonjaknya kasus Covid19 usai lebaran jadi salah satu faktor pemberat pergerakan rupiah. Usai libur Lebaran, pergerakan rupiah cenderung terbatas
Ekonomi
Rupiah masih memiliki potensi untuk menguat pada akhir pekan ini. Meski, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini masih bergantung pada sentimen eksternal.
Ekonomi
Kurs rupiah spot ini melemah 0,28 ketimbang posisi kemarin. Dalam sepekan, kurs rupiah mengakumulasi pelemahan 0,66. Nilai tukar rupiah kembali melemah pada Jumat kemarin, (19/2/2021), kurs rupiah spot berada di Rp 14.065 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ekonomi
Hingga akhir perdagangan, hanya yen Jepang dan dolar Hong Kong yang masih bertahan melemah. Di mana, yen Jepang melemah 0,42 terhadap the greenback dan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.
Ekonomi
Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.
Ekonomi
Pemerintah mengklaim penjualan SBN valas kali ini mengukir capaian yield terendah sepanjang sejarah untuk seluruh tenor yang diterbitkan.
Ekonomi
Pergerakan rupiah Jisdor ini sejalan dengan rupiah spot. Hingga pukul 10.00 WIB, rupiah di pasar spot pun masih bertahan di level Rp 14.165 per dolar AS, menguat 0,25 dibanding perdagangan di sesi sebelumnya.
Ekonomi
Di tengah kondisi saat ini, Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf memproyeksikan dolar Amerika Serikat (AS) akan lebih diminati pelaku pasar daripada emas.
Ekonomi
Awal perdagangan Rabu (23/12). Pukul 9.39 WIB nilai tukar rupiah melemah lagi, kurs rupiah spot berada di Rp 14.220 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Ekonomi
Sentimen eksternal dan internal bakal jadi penggerak kurs rupiah. Nilai tukar rupiah berpotensi kembali koreksi pada perdagangan
Ekonomi