Minggu, 10 Mei 2026 WIB

Nelayan Tak Melaut, Masyarakat Sulit Dapatkan Ikan

Redaksi - Kamis, 28 Mei 2020 08:00 WIB
Nelayan Tak Melaut, Masyarakat Sulit Dapatkan Ikan
Hand Over
MATATELINGA, Idi:  Karena para Nelayan merayakan lebaran Idul Fitri 1441 hijriyah bersama keluarga, sehingga hampir ribuan unit kapal motor (KM) masih terparkir sepanjang dermaga dan kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kab. Aceh Timur.


Akibatnya, kelangkaan ikan basah terjadi diseluruh pasar tradisional. Bahkan, para pedagang kini memasarkan hasil budidaya tampak seperti ikan bandeng, mujair, udang dan kepiting. "Tidak ada ikan laut, kecuali hanya ikan tongkol. Selebihnya ikan bandeng dan udang,” ujar Boly, pedagang ikan di Pasar Tradisional Idi Cut, Rabu (27/5/2020).

Kendati sudah beberapa hari, namun harganya tetap diatas rata-rata yakni Rp25.000 per kilogram. "Ikan tongkol Rp25 ribu per kilogram. Untuk ikan bandeng Rp30 ribu per kilogram. Sementara udang paname Rp85 ribu " Rp100 ribu per kilogram," sebut Dek Gam, pedagang ikan di Pasar Idi Rayeuk.

Informasi dilapangan, biasanya nelayan kembali ke darat H-2 atau H-1 Idul Fitri, namun sepekan sebelum Idul Fitri Tahun 2020 kondisi laut berombak, sehingga kali ini nelayan lebih cepat mendarat dan 'angkat jala' dari tahun sebelumnya.

Setelah sepekan merayakan Idul Fitri 1441 hijriyah, nelayan akan kembali melaut H+6 atau H+7 Idul Fitri.


“Rata-rata nelayan kita belum melaut, mereka masih berkumpul bersama keluarga merayakan Idul Fitri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para nelayan akan kembali beraktifitas sepekan setelah lebaran, minimal Jumat (29/5/2020),” sebut H. Husaini, tokoh nelayan Aceh Timur.

[br]

Kepala UPTD PPN Idi, Ermansyah, dikonfirmasi terpisah mengakui, hingga Rabu (27/5/2020) sore belum ada kapal yang berlayar, namun dirinya memastikan telah mengeluarkan 39 surat ijin melaut terhitung, Kamis (28/5) besok (hari ini"red). “Besok sebagian kapal sudah mulai berlayar. Tapi rata-rata mereka melaut Jumat (29/5) sore.

“Sebanyak 440 Kapal Motor (KM) dengan GT30-GT60 masih terparkir di dermaga dan kolam. Belum ada satupun yang bergerak melaut. Kondisi ini tentu akan mempengaruhi terhadap kelangkaan ikan basah dipasaran,” ujar Ermansyah seraya mengatakan, tidak melautnya nelayan setiap merayakan Idul Fitri tidak terlepas dari tradisi turun menurun sejak dahulu.

Biasanya, PPN Idi tersebut padat dengan pedagang dan pembeli ikan basah hasil tangkapan laut.

Bahkan tidak sedikit dari pengunjung PPN Idi dari kalangan wisatawan lokal yang membeli ikan basah dari penjual lalu membakar dan menikmatinya disepanjang pedagang kuliner di Komplek PPN Idi. Namun H+4 suasana di PPN Idi masih sepi, kecuali hanya beberapa penjaga kapal.
Editor
:
Sumber
: wsp
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru