MATATELINGA, Aceh: Pernyataan referendum yang disampaikan beberapa waktu lalu hanya spontanitas, hal tersebut dikatakan Ketua Partai Aceh dan juga Ketua Komite Peralihan Aceh (PA/KPA) Muzakir Manaf atau dikenal akrab dengan panggilan Mualem.
Pernyataan tersebut mengklarifikasi pernyataannya terkait referendum yang disampaikannya beberapa waktu lalu, dalam video berdurasi satu menit 16 detik.
"Saya menyatakan referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya lakukan hal tersebut secara spontan pada saat peringatan haul Tgk Muhammad Hasan Di Tiro," ucapnya, Rabu (12/6/2019)
Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 itu menyebutkan, pernyataannya menyangkut referendum disampaikannya secara spontanitas bukan mewakili rakyat Aceh.
"Saya menyadari rakyat Aceh cinta damai dam pro NKRI. Saya berharap Aceh ke depan harus lebih maju dan membangun Provinsi Aceh dalam bingkai NKRI," akunya lagi.
Dalam video tersebut, Muzakir Manaf juga menyatakan akan membuat surat tersendiri terkait belum tuntasnya butir-butir nota kesepakatan damai RI-GAM atau dikenal dengan MoU Helsinki.
"Hal-hal lain belum sesuai MoU Helsinki akan saya buat surat sendiri guna menuntaskan semua butir-butir perjanjian damai tersebut ke depan," kata Muzakir Manaf seperti dilansir Antaranews.