MATATELINGA, Jakarta: Hari ini penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan menggelar rapat pleno terbuka. Sedikitnya 10 ribu pasukan gabungan Polri, TNI dan aparat pemerintah diterjunkan untuk mengamankan rapat tersebut.
Rapat pleno akan digelar di Ruang Sidang Utama Lantai 2 Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019) mulai pukul 15.30 WIB, hal tersebut dikatakan Humas KPU RI pada Wartawan.
Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin yang akan disahkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024, setelah memenangkan pertarungan Pilpres melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sebelumnya Prabowo-Sandi menggugat kemenangan Jokowi-Ma'ruf ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan menuduh pasangan nomor urut 01 itu melakukan kecurangan. Namun, pada Kamis 27 Juni lalu, MK memutuskan menolak semua gugatan Prabowo-Sandi karena tak bisa membuktikan tuduhannya.
Untuk mengamankan rapat pleno penetapan capres dan cawapres terpilih, Polda Metro Jaya mengerahkan 10 ribu personel gabungan. Mereka akan memfokuskan pengamanan di sekitar KPU.
"Di sana gabungan dari TNI-Polri dan Pemprov (DKI Jakarta)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
Jokowi dan Ma'ruf Amin dijadwalkan hadir ke KPU saat penetapannya sebagai capres dan cawapres terpilih. Dia akan didampingi ketua umum dan sekretaris jenderal partai Koalisi Indonesia Kerja.
"Kehadiran ini adalah selain sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya rangkaian panjang proses Pemilu Serentak 2019, juga sebagai ungkapan bentuk apresiasi dan penghormatan yang tinggi atas kinerja KPU yang sangat berdedikasi dan baik," ujar Verry Surya Hendrawan, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.
Sementara Prabowo-Sandiaga tidak akan hadir ke KPU saat penetapan presiden terpilih.
Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Sufmi Dasco mengawakan, Prabowo-Sandi akan diwakili oleh tim dan saksi dari BPN ke KPU.