Minggu, 28 Juni 2026 WIB

Kapolri: Preman Berkedok Debt Collector Tangkap

- Rabu, 21 November 2018 07:30 WIB
Kapolri:  Preman  Berkedok Debt Collector Tangkap
Google
MATATELINGA, Jakarta:  Polri akan menangkap preman dan preman berkedok Debt Collector pembuat resah masyarakat, adanya teror dari Debt Collector dijalanan dan mengambil unit motor atau mobil konsumen yang terlambat membayar.  Karena aksinya sudah meresahkan dan mengusik serta menjadi teror masyarakat.



"Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib di tindak lanjuti polisi. Itu bagian dari terror pada masyarakat. Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, Aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019," ujar Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian.

Lanjut Kapolri, telah diatur oleh Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011. Sedangkan perilaku bank finance (jasa membayarkan kreditur) yang menggunakan jasa preman berkedok debt collector untuk mengambil unit motor atau mobil juga tidak dibenarkan menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 serta tindakan itu melawan hukum.

Unit mobil dan motor konsumen atau kreditur wajib di daftarkan ke Fidusia. Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok Debtcollector.



Oleh karena itu pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 Tentang semua perbankan. Unit motor dan mobil harus mengikuti pendaftaran Fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarkan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani.

Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya. Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan. Sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Tujuannya adalah kendaraan yang dikredit bebas dari penarikan Debt Collector.

Sementara pengacara kondang Hotman Paris Hutapea sempat berpesan kepada Polri agar menangkap Preman dan Preman yang berkedok debt collector. Polri segera tangkap semua preman dan Debt Collector di jalanan, dan menindak tegas pengambil unit yang berada di leasing.

"Karena mer
Editor
:
Sumber
: Garis Kota
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru