MATATELINGA, Jakarta: Tantangan utama bangsa Indonesia sekarang ini bukanlah adanya gejala kuat untuk mengubah dasar negara atau bentuk negara seperti yang pernah terjadi dalam sejarah kehidupan berbangsa di Indonesia, namun menjaga kemajemukan sekaligus meneguhkan kemandirian bangsa.
Pernyataan itu dikemukakan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pidato Peringatan Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Menurut Zulkifli tantangan itu sangat terasa terutama ketika bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
"Faktanya saat ini sumber daya alam Indonesia dinikmati bangsa-bangsa lain dan penduduknya jadi pasar bagi produk mancanegara," ujarnya.
"Untuk itu perlu ada kesadaran dan komitmen seluruh bangsa untuk menghormati kemajemukan bangsa Indonesia dan merawat Kebhinekaan untuk menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Ketua Umum Partai Amanat asional ini mengatakan, konstitusi harus menjadi semangat pembebasan menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Bukan hanya bermakna merdeka dari kolonialisme, tapi juga merdeka dari kemiskinan dan ketertinggalan.
"Konstitusi bukan hanya jaminan kedaulatan tapi juga ikhtiar mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi yang berkeadilan," katanya.
Peringatan Hari Konstitusi juga dimeriahkan dengan Grand Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar tingkat SLTA se-Indonesia di Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta.(Mtc/Aam)