Matatelinga.com - Kali ini lembaga antirasuah memanggil pihak swasta,
Tati, guna dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Direktur
Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil
Kemendagri, Sugiharto.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dan menelusuri
kasus tindak pidana korupsi mega proyek pengadaan paket penerapan KTP
berbasis NIK secara nasional (e-KTP).
"Dia diperiksa sebagai saksi untuk Sugiharto (S) terkait kasus TPK
Pengadaan Paket Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk
Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik)," kata Pelaksana Harian
Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak, Jumat (11/11/2016).
Selain pihak swasta, KPK juga kembali memintai keterangan dari
sang tersangka yakni Sugiharto. Dirinya sudah tiba di Gedung ini dan
langsung masuk kedalam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Sebelumnya, dalam kasus korupsi yang hampir merugikan keuangan
negara sekira Rp2 triliun ini, Ketua KPK Agus Rahardjo yakin bahwa dalam
tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis NIK secara
nasional (e-KTP) masih ada aktor lain yang terlibat.
"Itu masih pendalaman. Jadi yang menjadi keyakinan kami kan gini,
perhitungan dari BPK kerugian negara 2,3 T pasti bukan ini doang yang
bertanggung jawab. Pasti ada aktor yang lain," kata Agus, Kamis 10
November.
Oleh sebab itu, pimpinan lembaga antirasuah tersebut terus
melakukan pendalaman dan penelusuran secara mendalam untuk mengusut
kasus mega proyek yang merugikan negara sekira Rp2 triliun ini.
"Untuk itu penyidik masih mengumpulkan alat bukti siapa saja yang bertanggung jawab," tegas Agus.
Tak hanya itu, dalam mengusut kasus korupsi e-KTP ini sendiri,
KPK sudah memeriksa beberapa nama besar, diantaranya mantan bendahara
umum partai Demokrat, Nazaruddin, Mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan
Fauzi dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Dermawan Wintarto
Martowardojo.
Hingga saat ini, KPK baru menetapkan dua orang tersangka, yakni,
Mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan
Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil
Kemendagri, Sugiharto.
(Mtc/Okz)