Matatelinga.com,Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim telah melakukan perbaikan yang sangat signifikan terhadap beberapa masalah yg menerpa di sektor pertanian. Bahkan, jaringan irigasi tersier perbaikan yang dilakukan telah melebihi dari target.
Amran menjelaskan, salah satu masalah yang mampu diselesaikan selama kepemimpinannya yang masih cukup singkat adalah mengenai irigasi dalam beberapa bulan terakhir telah memperbaiki irigasi tersier sepanjang 1,3 juta hektare (ha).
Dengan demikian, lanjut Amran, kegiatan perbaikan jaringan irigasi tersier melampaui target perbaikan seluruh Indonesia. "Targetnya kami harus perbaiki 1 juta ha. Buktinya, sekarang sudah mencapai 1,3 juta ha," tegasnya.
Perbaikan lainnya yang dilakukan Kementan adalah masalah penyaluran alat dan mesin pertanian. Saat ini, Kementan telah menyalurkan kurang lebih 30.000 unit alat-alat pertanian.
"Penyaluran tersebut melebihi tahun sebelumnya yang tercatat hanya di kisaraan 2.000 unit hingga 3.000 unit," katanya.(25/6/2015)Dilansir laman Merdeka.com,
Capaian lain adalah Kementan telah menyelesaikan persoalan penyaluran pupuk yang terlambat dan adanya indikasi pengoplosan pupuk. "Kita telah menyeret 30-40 orang oknum pengoplos pupuk ke ranah hukum," ujarnya.
Sedangkan untuk kegiatan optimasi lahan telah dilakukan pada areal lahan seluas 262 ribu hektare (25 persen) dari target. "Untuk alat mesin pertanian (alsintan) telah disalurkan bantuan traktor, ini merupakan terbesar sepanjang sejarah Indonesia," ungkap Mentan.
Untuk pompa air target bantuan yang akan diberikan kepada petani sebanyak 9.178 unit, kini sudah terserap sebanyak 6.011 unit (65,4 persen). Sedangkan realisasi bantuan traktor R4 untuk pangan baru terserap 320 unit atau 32 persen dari target 1.000 unit.
"Masalah yang menerpa di sektor pertanian cepat diselesaikan melebihi target yang di tentukan," tutupnya.
[Fit]