MATATELINGA. Jakarta - Berjumlah 9.819.000 dosis, Vaksin tersebut berasal dari dua merk berbeda yakni Pfizer dan Sinovac. Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186.
Saat ini, Indonesia sudah memulai vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Awal tahun depan juga akan dimulai pemberian vaksinasi booster untuk beberapa kelompok target sasaran seperti lansia.
Johnny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, "Capaian yang telah diraih ini patut disyukuri, hanya bisa terjadi berkat kerja sama seluruh elemen bangsa, dan yang pastinya berkat dukungan dan peran serta masyarakat," katanya.
Baca Juga:Kapoldasu: Tahun Baru 2022 di Sumut Kondusif
Meski capaian sudah relatif baik, Johnny mengingatkan, agar upaya vaksinasi tidak lantas mengendur. Pemerintah tetap akan meningkatkan percepatan dan perluasan vaksinasi agar lebih memberikan perlindungan kepada bangsa ini.
"Tentu upaya tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mau divaksinasi dan juga mengajak saudara, teman, dan orang sekitar untuk mau divaksinasi," ujarnya.
Johnny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, kedua jenis vaksin tersebut tiba Jum'at (31/12/2021) dalam tahap ke-184, vaksin yang tiba pukul 10:00 Wib yakni Pfizer dalam jumlah 819.000 dosis yang merupakan donasi dari COVAX.
Kemudian dalam tahap ke-185, vaksin yang tiba pukul 13:20 Wib adalah Sinovac, berjumlah 6 juta dosis. Vaksin yang sama rencananya tiba pada pukul 22:55 Wib dalam jumlah 3 juta pada kedatangan tahap ke-185.
[br]
Johnny dalam keterangan resmi yang diterima mengatakan, "Untuk vaksin Sinovac merupakan pembelian langsung sebagai upaya pemenuhan kebutuhan vaksin dalam negeri," ujar nya seperti dikutip dari Sindonews, Sabtu (1/01/2022).
Johnny menambahkan, kedatangan ini sekaligus menjadi penutup kedatangan vaksin di tahun 2021 ini. Total vaksin yang datang di 2021 adalah sebanyak 465.327.165, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi.
Dari total jumlah tersebut, berkat upaya diplomasi Pemerintah Indonesia, hampir 100 juta dosis vaksin di antaranya didapat melalui donasi, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.
"Pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin melalui berbagai skema. Indonesia berhasil menghemat anggaran Rp13 T untuk pengadaan vaksin Covid-19 karena efektifnya upaya kerja sama bilateral dan banyaknya bantuan vaksin gratis," jelasnya.
Johnny memaparkan, hingga saat ini, telah ada lebih dari 112 juta penduduk yang telah divaksinasi lengkap dua dosis. Khusus untuk tenaga kesehatan bahkan lebih dari 87% telah mendapatkan dosis ketiga sebagai booster untuk meningkatkan perlindungan.