Matatelinga - Jakarta, Dalam survei sama yang dilakukan oleh SSSG pada tanggal 5 Juni 2014 lalu, perbedaaan kedua pasangan Capres-Cawapres mencapai 14,3 persen. Namun kini hanya tinggal 7,6 persen.
"Prabowo berhasil mengambil banyak. Paling banyak mengambil dari swing voter dan undecided voter adalah pasangan Prabowo-Hatta," kata Direktur Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), Fadjroel Rachman.
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilai lebih mampu menjaga kedaulatan negara Indonesia jika terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden, dibandingkan dengan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Soegeng Sarjadi School of Goverment, Senin 7 Juli 2014. Menurut survei, pasangan Prabowo-Hatta meraih 50 persen suara dalam poin menjaga kedaulatan negara. Sedangkan pasangan Joko-Kalla mendapat 47 persen, dan yang memilih tidak tahu sebanyak 4 persen.
Selain itu, pasangan Prabowo-Hatta juga unggul dalam hal mampu menjaga profesionalitas TNI/Polri dengan mendapat 52 persen. Sementara Joko-Kalla hanya mendapat 45 persen, dan 3 persen menjawab tidak tahu.
Survei ini sendiri memuat 23 poin pertanyaan lain di dalamnya. Pasangan Jokowi-JK unggul dalam sejumlah hal dibanding pasangan Prabowo-Hatta, termasuk dalam poin siapa yang akan dipilih dalam Pilpres 9 Juli 2014.
Direktur Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), Fadjroel Rachman mengatakan, responden yang memutuskan akan memilih Prabowo-Hatta sebanyak 43,4 persen, yang akan memilih Joko-JK sebanyak 51 persen.
"Selisih pilihan responden sebesar 7,6 persen untuk pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla," kata Fadjroel.
Dia menambahkan, faktor debat antar pasangan Capres-Cawapres dan kampanye mempengaruhi publik dalam menentukan pilhannya nanti. Pasangan Prabowo-Hatta dinilai berhasil menarik swing voter dan undecided voter untuk menjatuhkan pilihannya.
(Vnc/Mt)