Rabu, 23 September 2026 WIB

Wali Kota Medan Tegaskan Ulama Jangan Dijadikan Objek Kepentingan Sesaat

Putra - Rabu, 17 Juni 2026 09:37 WIB
Wali Kota Medan Tegaskan Ulama Jangan Dijadikan Objek Kepentingan Sesaat
Jamuan makan siang.
Dengan segala kerendahan hatinya, Rico Waas mengakui bahwa seorang pimpinan, baik itu Wali Kota, Kepala Dinas maupun pejabat eselon lainnya, hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah dan khilaf. Kehadiran ulamalah yang berfungsi sebagai kompas moral agar jalannya pemerintahan tetap lurus.
"Pimpinan ini bisa lurus kalau misalnya didampingi oleh ulama. Manusia bisa jatuh kapan saja, kita bisa salah kapan saja, khilaf kapan saja," ujar Rico Waas.
Dalam acara jamuan makan siang yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H ini, Wali Kota Medan Rico Waas mengajak semuanya untuk merefleksikan diri, bagaimana posisi diri kita saat ini apakah masih terus memberikan manfaat bagi orang lain. Ia menambahkan bahwa pemerintah harus meruntuhkan dinding eksklusivitas dan membangun inklusivitas agar semakin dekat dan terbuka dengan seluruh lapisan masyarakat Kota Medan.
"Menjadi pimpinan ini apa sih sebenarnya? Bos kah? Orang yang menyuruh-nyuruh kah? Di tahun baru ini coba kita refleksikan diri. Pimpinan itu menurut saya adalah pelayan masyarakat. Bukan untuk dieluh-eluhkan," tegas Rico Waas.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Hasan Matsum, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada MUI selama ini. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin antara Pemko Medan dan MUI merupakan hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bahkan, ia menegaskan rasa terima kasih tersebut tidak hanya datang dari dirinya, tetapi juga dari seluruh jajaran pengurus MUI Kota Medan.
"Ini bukan perasaan saya sendiri, Pak Wali. Oleh karena itu, sekali lagi terima kasih Pak Wali. Takzim kami kepada Pak Wali. Apalagi hari ini, setelah doa bersama, kami juga diajak makan bersama. Alhamdulillah," ujar Hasan Matsum.
Dalam kesempatan itu, Hasan Matsum juga menegaskan bahwa MUI memiliki tiga peran utama, yakni Khidmatul Ummah (melayani umat), Himayatul Ummah (melindungi umat), dan Shodiqul Hukumah (menjadi mitra pemerintah).
"MUI tidak akan pernah berseberangan dengan pemerintah. Peran kami adalah memberikan masukan, tausiah, bimbingan, dan arahan agar kehidupan keberagamaan, sosial, dan pemerintahan dapat berjalan bersama dengan umat. Dalam hal ini, MUI hadir sebagai mediator," pungkasnya.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Fraksi Demokrat DPRD Medan : Serapan Anggaran Rendah, Kinerja Pemko Lemah
Wamenag Buka MTQ ke-40 Sumut: Momentum Rajut Persatuan dan Syiar Al-Qur'an
Wamen Agama RI Buka MTQ Ke 40 Tingkat Propinsi Sumatera Utara
Rico Waas Lepas Peserta Fun Walk MUI Medan, Semarakkan Pekan KHAS 2026
Golkar Pertanyakan Realisasi Pendapatan dan Belanja APBD Kota Medan 2025
Lailatul Badri : Jangan Prioritaskan Teknologi, Medan saja Masih Banjir
 
Komentar
 
Berita Terbaru