Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Wabah Ebola

Vaksin Pencegah Menularnya Ebola

Admin - Rabu, 24 Desember 2014 11:25 WIB
Vaksin Pencegah Menularnya Ebola
google
Ilustrasi Vaksin Ebola
Matatelinga, VIRUS Ebola masih menjadi penyakit yang menakutkan. Hingga sekarang belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Namun baru-baru ini ada penelitian teranyar yaitu vaksin eksperimental pertama untuk melawan penyakit Ebola yang telah terbukti aman.

Percobaan pertama vaksin filovirus di Afrika menunjukkan bahwa, obat tersebut menghasilkan respons imun yang sama pada orang-orang dewasa Uganda yang sehat, seperti yang dilaporkan sukarelawan Amerika awal tahun ini.

Diharapkan keamanan vaksin yang ada akan membantu wabah yang masih terjadi saat ini di Afrika Barat, yang telah merenggut hampir 7.400 jiwa, seperti dilaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksin DNA tersebut, yang dirancang untuk melindungi manusia dari infeksi virus Ebola dan virus terkait seperti Marburg. Virus ini telah memberikan dasar untuk pengembangan obat yang lebih manjur kepada obat yang saat ini sedang diuji di AS, Inggris, Mali, dan Uganda.

"Hal ini sangat menggembirakan karena mereka yang berisiko besar terinfeksi Ebola hidup terutama di Afrika, dan perlindungan vaksin pada populasi Afrika juga terlihat untuk penyakit lain,” ungkapnya, sebagaimana dilansir dari Dailymail, Rabu (24/12/2014).

Tahap satu uji coba yang dilakukan oleh Universitas Makerere Walter Reed, mengikutsertakan 108 orang dewasa sehat berusia antara 18 dan 50 tahun dari Kampala, Uganda. Uji coba tersebut berlangsung antara bulan November 2009 hingga April 2010.

Empat minggu setelah vaksinasi ketiga, lebih dari setengah relawan (17 dari 30) memiliki respon antibodi terhadap protein Ebola Zaire seperti yang terjadi pada 14 dari 30 peserta yang menerima dua vaksin, Ebola dan Marburg.

Namun antibodi yang tidak tahan lama, kembali ke tingkat yang tidak terdeteksi dalam waktu 11 bulan setelah vaksinasi.

Wabah virus Ebola dan infeksi virus Marburg telah terjadi secara sporadis sejak pertama kali terdeteksi pada tahun 1976 dan 1967 masing-masing, dan memiliki persentase angka kematian mencapai masing-masing 90 persen dan 80 persen.

Seperti virus Ebola, Marburg adalah filovirus yang menyebabkan perdarahan internal di tubuh pasien yang dapat menyebabkan kematian akibat gagal multiorgan. Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dinyatakan efektif untuk melawan virus tersebut.

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru