Kamis, 26 Februari 2026 WIB

Untuk Pasien Fibrilasi Atrium, IJN Jadi Rujukan RS Pertama di Asia Terapkan Sistem Affera Prism-2

Fahrizal - Rabu, 25 Februari 2026 21:08 WIB
Untuk Pasien Fibrilasi Atrium, IJN Jadi Rujukan RS Pertama di Asia Terapkan Sistem Affera Prism-2
Datuk Dr. Shaiful Azmi Yahaya Chief Clinical Officer IJN dan Datuk Dr. Azlan Hussin Clinical Director of Interventional Electrophysiology & Implantable Devices bersama Dr Suraya Hani, Dr. Noor Muhammad Azlan Shah Bin Atan, Dr. Helmi Nur Ashraf Dr. Nir

MATATELINGA, JAKARTA: Institut Jantung Negara (IJN) telah mencapai tonggak penting lainnya dalam layanan kardiovaskular dengan mengadopsi Sistem Pemetaan & Ablasi Affera Prism-2 bersama Kateter Sphere-9, sekaligus menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis memanfaatkan platform elektrofisiologi terintegrasi generasi terbaru ini.

Prof. Dato' Sri Dr. Mohamed Ezani Md Taib, Ketua Pegawai Eksekutif Institut Jantung Negara, saat melakukan konferensi pers secara daring, Rabu (25/2/2026) mengatakan bahwa menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan sistem Affera Prism-2 menegaskan komitmen IJN dalam memajukan inovasi di bidang kardiologi.

"Menjadi rumah sakit pertama di Asia yang secara klinis menggunakan sistem Affera Prism-2 merupakan tonggak pencapaian penting bagi IJN. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan terapi jantung terbaru bagi masyarakat Malaysia, selaras dengan standar global," katanya.

Sistem Affera Prism-2 menghadirkan perangkat lunak pemetaan jantung canggih dan teknologi ablasi energi ganda dalam satu platform terpadu, yang memungkinkan para dokter spesialis menangani gangguan irama jantung kompleks dengan tingkat presisi dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Dengan mengintegrasikan pemetaan dan terapi dalam satu sistem, teknologi ini mendukung peningkatan efisiensi prosedur sekaligus mempertahankan profil keamanan klinis yang kuat.

Kateter Sphere-9™ menggabungkan fungsi pemetaan dan terapi dalam satu perangkat, sehingga mengurangi kebutuhan akan berbagai alat khusus selama prosedur. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan alur kerja dan meningkatkan ketepatan tindakan.

Selain itu, sistem ini bersifat revolusioner dalam desainnya karena memiliki kemampuan untuk menghantarkan dua jenis energi, yaitu energi radiofrekuensi termal serta energi medan berdenyut (pulsed field) non-termal dalam satu platform yang sama.

Halaman:
Editor
: Fahrizal
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Anggota Yayasan KOGANA SUMUT Sampaikan Pengaduan ke Ketua Umum atas Dugaan Ketidaktepatan Penanganan IGD RS USU
RS Santa Elisabeth Disomasi Keluarga Pasien
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Berobat ke RS Adam Malik
Jadi Rujukan Pasien RI, IJN Malaysia Perkuat Komitmen Jadi Pusat Jantung Bertaraf Global
Semangat Yang Menyembuhkan Dalam Natal RS Adam Malik Bersama Pasien
Rico Waas Jenguk Pasien Korban Banjir di RS Hermina
 
Komentar
 
Berita Terbaru