Antisipasi Penyebaran ISPA Dampak Karhutla, Kosgoro 57 Siantar Berbagi Masker ke Masyarakat
MATATELINGA, Pematangsiantar Kosgoro 57 Kota Pematangsiantar berbagi masker kepada masyarakat. Aksi peduli kesehatan masyarakat dampak peny
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan : Dalam momen Bincang-Bincang Tipis-Tipis di channel Youtube Tale Trias Info, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre, Prof. Dr. Sapta Nirwandar, SE menyampaikan beberapa hal terkait wisata halal. Dalam perbincangan ini, Erman Tale yang jadi host membongkar habis tentang pemahaman wisata halal.
"Ketika kita berbicara wisata halal, beberapa waktu lalu banyak yang menyampaikan pendapat positif dan negatif. Kalau ada bawal ngapain cari tiram, kalau ada yang halal ngapain pula cari yang haram," kata Sapta Nirwandar.
Bapak Pariwisata Halal Indonesia ini berbicara tentang halal tourism (wisata halal) ada banyak persepsi yang dilontarkan. Kalau bicara tentang wisata bahari berarti wisata laut, wisata belanja berarti berkaitan dengan mall, wisata budaya berarti sangat erat kaitannya dengan seni budaya.
"Pariwisata berhubungan erat dengan hotel, makanan, dan berbagai aneka produk. Maka dari itu, pariwisata bisa dikatakan sebagai lokomotif perekonomian, termasuk pariwisata halal," tandasnya.
Mengutif komentar Wapres Ma'aruf Amin bahwa wisata halal bukan menghalalkan destinasinya, melainkan pelayanan di tempat wisata tersebut. Antara lain, restoran, hotel, dan fasilitas lainnya.
Wisata halal berangkat dari kebutuhan Muslim traveler, seperti menjalankan Shalat 5 waktu, sehingga butuh tempat beribadah dan wudhu. Lalu, saat traveling, wisatawan Muslim butuh makan, sehingga makanan yang dicari untuk dikonsumsi pun harus halal. Hal ini termasuk hotel yang menyediakan peralatan shalat dan Al Quran, masjid hingga tidak menyajikan makanan non-halal hingga minuman keras.
[br]
"Pelayanan khusus ini menjadi extended services, salah satunya untuk Muslim traveler," papar Sapta.
Di Indonesia, pariwisata halal terus berkembang, meski begitu harus diakui dalam perkembangannya masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah dan harus ditangani agar pariwisata halal Indonesia bisa berkembang dengan maksimal.
Dari hasil kunjungan kita ke luar negeri seperti di Bangkok, Thailand, sudah memiliki 17-20 hotel bintang lima yang menyatakan diri sebagai muslim friendly destination atau the leading hotel halal.
Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menambahkan Indonesia memang sudah memiliki hotel ramah muslim atau restoran halal. Tapi belum sekelas dengan negara-negara tersebut.
Penyebab hal tersebut, menurutnya tidak lain karena belum ada pengusaha Indonesia yang berani membuat fasilitas hotel dan restoran sekelas itu. Untuk itu, penting untuk membangkitkan pengusaha muslim agar dapat membangkitkan fasilitas-fasilitas tersebut. Dengan begitu para turis, baik dalam maupun luar negeri akan datang dan menikmatinya.
Di masa pandemi Covid-19 banyak yang khawatir bahwa sektor pariwisata itu akan merasakan dampaknya. Siapa pun mengakui bahwa sektor pariwisata pasti terkena dampak akan tetapi tidak akan tutup. Karena, pariwisata itu kan basicnya pelancong atau traveler.
"Melancong (jalan-jalan) itu kan sudah menjadi bagian dari lifestyle. Untuk orang sehat, supaya gembira dan sebagainya. Nah, tantangannya adalah pariwisata itu harus aman, tapi sekarang kita diperhadapkan dengan Corona Virus Disease (Covid-19) yang susah dideteksi. Virus ini juga tidak pandang bulu, siapa pun bisa kena," paparnya.
Pandemi Covid-19 telah berdampak luas tidak hanya di Indonesua, tapi juga negara lainnya. Ada banyak sendi kehidupan yang merasakan dampaknya terutama di sektor pariwisata. Harapan kita ke depan adalah kapan pandemi ini berubah menjadi endemi agar sektor pariwisata bisa kita bangkitkan kembali.
"Salah satu upaya kita untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata adalah dengan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau Event (MICE), event itu bisa olahraga sama budaya dengan pelaksanaannya yang tetap mengedepankan prokes. MICE ini menjadi salah satu pintu masuk kita membangkitkan kembali sektor pariwisata," tandasnya.
(Mtc/James)
MATATELINGA, Pematangsiantar Kosgoro 57 Kota Pematangsiantar berbagi masker kepada masyarakat. Aksi peduli kesehatan masyarakat dampak peny
Berita Sumut
Permerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar operasi gabu
Berita Sumut
MATATELINGA, Belawan Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut I (DanKodaeral I), Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menyamb
Berita Sumut
MATATELINGA,Medan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membuka pendaftaran bakal calon (Balon) Ketua PWI Sum
Berita Sumut
MATATELINGA, PanyabunganSetelah sempat menjadi sorotan karena dinilai belum memberikan klarifikasi terbuka pascainsiden kebakaran akibat du
Berita Sumut
MATATELINGA, Rantauprapat Turnamen catur memperebutkan Piala Bupati dr hj Maya Hasmita SpOG MKM, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun
Lifestyle
MATATELINGA, Medan Kepada masyarakat kususnya Sumatra Utara (Sumut) dan Kabupaten Kota di Sumut waspadailah beredarnya buku nikah aspal ata
Berita Sumut
Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan Dr. Drs. Citra Effendi Capah, MS
Berita Sumut
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung, Memberikan keterangan pers kepada awak m
Berita Sumut
MATATELINGA, Madina Dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Kampun
Berita Sumut
MATATELINGA, Aceh Selatan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan memusnahkan barang bukti dari 33 perkara tindak pidana yang telah berkekua
Aceh
MATATELINGA,Medan Anakanak di Belawan membutuhkan tambahan sekolah menengah pertama (SMP) negeri agar akses pendidikan lebih mudah dijang
Berita Sumut