Senin, 27 April 2026 WIB

Aktris Cantik Ini Alami Kerusakan Otak Usai makan Kue Kering, Kok Bisa?

- Rabu, 14 April 2021 06:45 WIB
Aktris Cantik Ini Alami Kerusakan Otak Usai makan Kue Kering, Kok Bisa?
Aktris cantik Chantel Giacalone mengalami kerusakan otak usai memakan kue kering selai kacang.
MATATELINGA. Usai mengonsumsi pretzel atau kue kering selai kacang, aktris Chantel Giacalone mengalami gangguan kesehatan. Ia didiagnosis mengalami kerusakan otak. Giacalone dan keluarga pun mendapat ganti rugi sebesar USD29,5 juta atau sekira Rp431 miliar.


Berdasarkan laporan surat kabar lokal, model dan aktris berusia 27 tahun itu mengalami kejadian tersebut pada 2013. Ia bahkan diprediksi tidak akan bertahan hidup melewati usia 55 tahun. Sebab dalam 8 tahun terakhir, Giacalone hanya terbaring di rumah orangtuanya.

Baca Juga:Chelsea Takluk Dari Tamunya Dengan Skor 1-0

Giacalone membutuhkan makan melalui selang, perawatan sepanjang waktu, dan harus dimandikan oleh ibunya. Sementara komunikasi hanya dapat dilakukan dengan matanya. Sebagaimana dilansir oleh wartawanT, Rabu (14/04/2021),

Kejadian ini berawal ada Februari 2013, di mana Giacalone berada di Las Vegas untuk sebuah konvensi. Saat itu temannya bernama Tara Retes tidak menyadari betapa serius alergi yang dimiliki Giacalone. Ia lantas menawarinya yoghurt beku dengan topping pretzel kecil.


[br]

Giacalone memakan sedikit camilan itu tanpa menyadari bahwa makanan itu berisi pretzel selai kacang. Beberapa saat kemudian, dua temannya menyadari itu mengandung alergen. Dalam keadaan panik, aktris tersebut menelepon sang ayah untuk memberitahunya.

"Saya kesulitan bernapas," terang Giacalone.

Sang ayah, Jack Giacalone, menyuruhnya segera mencari obat dan mencari pertolongan medis.

Sejak saat itu Chantel Giacalone mengalami syok anafilaksis dan membutuhkan perawatan medis segera. Namun, menurut gugatan yang dilayangkan keluarganya, perawatan medis yang diterima Chantel Giacalone mengalami kegagalan.


[br]

Christian Morris, pengacara yang mewakili keluarga dalam gugatan perdata menyatakan bahwa otak Chantel Giacalone dibiarkan tanpa oksigen karena petugas ambulans tidak memiliki epinefrin IV yang merupakan pengobatan adrenalin untuk reaksi alergi parah.

Sebaliknya, mereka memberikan epinefrin intramuskular. Alhasil, setelah melewati persidangan, rumah sakit siap membayar Rp431 meskipun mereka menyangkal paramedis telah melakukan kesalahan. (Mtc/Okz)
Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru