Jumat, 10 Juli 2026 WIB
PBB

Di Suriah Terjadi Penurunan Kekerasan Kata PBB

Admin - Rabu, 14 September 2016 22:49 WIB
Di Suriah Terjadi Penurunan Kekerasan Kata PBB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Suriah memperlihatkan penurunan kekerasan secara berarti dalam 24 jam sejak gencatan senjata diberlakukan. Laporan tersebut disampaikan Duta Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura.

De Mistura menyebut, meskipun terdapat sejumlah kekerasan setelah matahari terbenam pada Senin 12 September, pada Selasa 13 September pagi dini hari, hampir tidak terdengar suara tembakan dan sejumlah truk bantuan PBB seharusnya dapat bergerak dengan segera jika pemerintah Suriah mengeluarkan izin. Rabu (14/9/2016)

"Hari ini tampak tenang di Hama, Latakia, Aleppo dan pinggiran Aleppo serta Idlib, dengan hanya sedikit kegiatan setempat dan sejumlah kejadian kecil. Sejumlah sumber di lapangan, yang melakukan kegiatan, termasuk yang ada di Aleppo, mengatakan bahwa keadaan meningkat dengan tidak ketiadaan serangan udara," kata de Mistura kepada wartawan di Jenewa, Selasa 13 September.

Damaskus dan Suriah tengah juga dalam keadaan tenang namun terdapat beberapa laporan adanya bentrokan antara pasukan pemerintah dengan oposisi di sekitar Harasta. Dilaporkan juga terjadi pertempuran di Quneitra antara pasukan pemerintah dengan Front Nusra, sebuah kelompok yang tidak diikutsertakan dalam gencatan senjata dan telah mengubah nama kelompoknya dengan nama Jabhat Fateh Al Sham.

Sejumlah bagian yang rentan dalam kesepakatan itu adalah untuk mencegah pertempuran membesar dan untuk memisahkan para kelompok oposisi bersenjata yang memantau gencatan senjata itu dari mereka yang tidak, terutama kelompok militan Jabhat Fateh Al Sham yang kuat.

De Mistura mengatakan bahwa itu perlu diselesaikan dalam kurun waktu satu minggu, yang dapat menjadi "sebuah tantangan". Dia menilai, jika gencatan senjata berjalan, maka bantuan PBB dapat dikerahkan dengan sangat segera, dan penduduk Suriah dapat melihat "tidak ada lagi bom dan lebih banyak truk".

"Namun apa yang masih kurang adalah surat izin dari pemerintah. Kami belum menerima surat izin itu namun kami sangat mengharapkannya dan berharap pemerintah akan mengeluarkannya dengan segera," tukasnya.

De Mistura mengatakan bahwa kesepakatan itu tidak menyebutkan apa pun terkait pembebasan para tahanan, yang pernah disebut sebagai salah satu tuntutan kunci pihak oposisi, dengan puluhan atau bahkan ratusan orang dipenjara.

"Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa tidak ada acuan dalam kesepakatan ini terkait masalah tahanan, yang masih menjadi persoalan penting, yang saya rasa perlu ditangani dalam kaitan berbeda namun perlu untuk ditangani," katanya.


(Fit/Okz)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru