Matatelinga.com, Mantan Perdana Menteri (PM) Australia Kevin Rudd secara resmi meminta dukungan dari pemerintahan baru Negeri Kanguru untuk membantunya mengisi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demikian disampaikan Menteri Luar (Menlu) Negeri Julie Bishop pada Senin, 18 Juli 2016.
Pria yang fasih berbahasa Mandarin itu telah diisukan mengumpulkan dukungan untuk menggantikan Sekjen PBB Ban Ki-moon yang akan habis masa jabatannya pada akhir tahun ini setelah menjalani masa bakti lima tahunnya.
“Kevin Rudd telah meminta Pemerintah Australia untuk menominasikan dirinya, dan seperti yang diindikasikan oleh perdana menteri dalam beberapa kesempatan, hal ini akan menjadi bahasan untuk kabinet,” kata Bishop sebagaimana dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Senin (18/7/2016). “Saya pasti akan menyampaikan hal ini.
Masalah ini akan dibahas oleh kabinet,” tambah Bishop. Kabinet baru Australia yang terdiri dari koalisi Partai Liberal, Nasional dan Konservatif diperkirakan akan terbagi mengenai dukungannya terhadap Rudd yang merupakan anggota dari Partai Buruh. Selain Rudd, lebih dari selusin nama kandidat lainnya juga ikut mengincar posisi tertinggi di PB tersebut, termasuk mantan pimpinan badan Iklim PBB Christiana Figueres, Direktur Jenderal UNESCO Iriana Bokova, mantan Menlu Kroasia Vesna Pusic, dan mantan PM Selandia Baru Helen Clark.
Pada akhirnya keputusan siapa yang akan menjadi sekjen terletak pada hak veto anggota tetap Dewan Keamanan, Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Prancis, dan China harus sepakat dengan satu kandidat yang terpilih. Kelima negara ini tidak perlu mempertimbangkan mengenai hal-hal seperti popularitas kandidat di Mejelis Umum. Sesuai tradisi, posisi Sekjen PBB diputar antara kawasan-kawasan dunia, dan saat ini merupakan giliran Eropa Timur yang saat ini memiliki delapan orang kandidat. Jika terpilih, Rudd akan menjadi pendobrak tradisi tersebut.
(Fit)