Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
Pesawat

Menteri Pertahanan Malaysia Katakan Tidak Ada Pesawat TNI yang Cegat Pesawatnya

Admin - Selasa, 28 Juni 2016 15:30 WIB
Menteri Pertahanan Malaysia Katakan Tidak Ada Pesawat TNI yang Cegat Pesawatnya
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Kabar soal pencegatan pesawat Malaysia di atas Kepulauan Natuna oleh pesawat TNI AU ditampik oleh Malaysia.Dilansir dari laman tribunnews.com

Menurut Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein, tidak ada pesawat TNI yang mencegat pesawatnya pada Sabtu (25/6/2016).

Hussein mengatakan pada Senin (27/6/2016) memang ada dua pesawat F-16 milik TNI AU yang muncul, namun hanya melakukan identifikasi visual.

"Itu hanya identifikasi visual dari pesawat kami," katanya, dikutip New Straits Times.

Menurutnya, jika ada upaya pencegatan dilakukan, tentu pesawat militer Malaysia itu akan dipaksa turun.

Namun, hal itu tidak terjadi pada pesawat Hercules C-130 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (RMAF) itu.

"Ini harus dicatat bahwa Mega 207 (kode panggilan pesawat C-130 milik RMAF) tidak dicegat oleh TNI AU," ujarnya.

Hussein menyebutkan pesawat RMAF itu terbang melintas Natuna dalam rangka menjalani misi latihan yang sudah dijadwalkan.

Jalur terbang yang digunakan menurutnya sudah sesuai dengan rute yang ditentukan, yang telah menjadi prosedur operasional standar RMAF.

Saat didekati dua pesawat TNI, pesawat Mega 2017 dikatakan sempat melakukan kontak dengan dua pesawat itu, namun tidak mendapatkan respon.

"Tak lama, kedua pesawat TNI AU itu menghilang dari wilayah udara tanpa tindak lanjut apapun," kata Hussein lagi.

Hussein mengatakan, berdasarkan perjanjian antara Malaysia dan Indonesia, Malaysia punya hak untuk melintas cepat tanpa hambatan di wilayah itu.

"Keselamatan penerbangan selalu kami pastikan, kapanpun saat kami terbang melintas rute internasional yang dikenali," katanya.

Masalah ini nantinya akan ia bicarakan dengan Menhan RI Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu pada Juli mendatang di Jakarta.


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru