Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
Pembunuhan

Jerman Punya 11 Legislator Yang Berdarah Turki Dan Dapat Ancaman

Admin - Minggu, 12 Juni 2016 10:06 WIB
Jerman Punya 11 Legislator Yang Berdarah Turki Dan Dapat Ancaman
google
Ilustrasi
Matatelinga.com,  Parlemen Jerman mengesahkan resolusi yang menyebut pembantaian suku Armenia pada 1915 oleh Kesultanan Ottoman sebagai genosida. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut resolusi tersebut dapat menyebabkan rusaknya hubungan bilateral Ankara dengan Berlin.

Pria berusia 62 tahun itu juga mengatakan 11 anggota Parlemen Jerman berdarah Turki yang memilih mengesahkan resolusi tersebut harus ikut tes darah. Mereka disebut memiliki darah kotor serta teroris. Turki juga telah menarik duta besar mereka dari Jerman sebagai bentuk protes. Dilansir dari laman okezone.com

Kementerian Luar Negeri Jerman telah memperingatkan mereka untuk tidak bepergian ke Turki karena keamanan serta keselamatannya tidak terjamin. Bahkan, pemimpin Partai Hijau Jerman, Cem Oezdemir –keturunan Turki- yang juga mengakui resolusi tersebut, menerima ancaman pembunuhan.

“Sulit dikatakan bahwa tidak mungkin untuk terbang ke Turki saat ini,” ujar Komisioner Integrasi Jerman, Aydan Oezoguz, seperti diwartakan Reuters, Minggu (12/6/2016). Legislator berdarah Turki lainnya juga telah membatalkan perjalanan bisnis ke Turki akibat ancaman tersebut.

Lebih lanjut, Harian Frankfurt Allgemeine Sonntagszeitung, melaporkan 11 orang itu kini akan mendapat pengawalan ekstra pihak kepolisian. Aktivitas profesional dan personal mereka juga akan berada di bawah kontrol ketat pihak kepolisian. “Ancaman terhadap legislator berdarah Turki sangat tidak bisa diterima. Tentu pengamanan ditingkatkan jika perlu,” ucap Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere.

Pria berusia 62 tahun itu buru-buru menekankan mayoritas dari 3,5 juta warga Turki yang tinggal di Jerman adalah tetangga yang baik. Thomas yakin para penyebar ancaman disebutnya hanya sejumlah orang pinggiran. Oezdemir sendiri mengaku bahwa kelompok warga Turki di Jerman mengutuk ancaman pembunuhan tersebut.


(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru