Minggu, 12 Juli 2026 WIB
ISIS

ISIS Gunakan Ponsel Tertentu Dalam Setiap Serangan

Admin - Minggu, 13 Maret 2016 12:16 WIB
ISIS Gunakan Ponsel Tertentu Dalam Setiap Serangan
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Sebuah penelitian mengenai persenjataan teroris mengungkap bahwa ISIS secara konsisten menggunakan jenis ponsel tertentu dalam setiap serangan bomnya.

Penelitian itu dilakukan oleh Conflict Armament Research (CAR), pusat studi persenjataan internasional. Analisis dilakukan dengan mengambil sampel dari 10 foto, hasil dokumentasi dari setiap materi yang ditemukan di lokasi serangan kelompok teroris ISIS di Irak pada Desember 2014.

Setelah diteliti, CAR menemukan jenis ponsel favorit ISIS adalah Nokia 105 atau tipe lain yang setara atau lebih jadul, yang secara spesifik memiliki tombol kendali jarak jauh Improvised Explosive Device (IED).

“Tidak ada yang spesial dengan ponsel ini, selain harganya relatif murah dan daya baterainya lebih tahan lama. Namun kemungkinan, mereka menyukai jenis ponsel ini karena memiliki pemicu IED yang lebih baik dari perangkat lain,” ujar Direktur Pengelola CAR Jonah Leff, dikutip dari NBC News dan dilansir dari laman okezone.com, Minggu (13/3/2016).

Jonah Leff mengatakan, kemungkinan ada dua alasan utama yang menjadikan Nokia 105 ini sebagai pilihan para militan itu yakni suplai dan kenyamanan.

“Ponsel yang dibutuhkan semua militan adalah yang murah dan memiliki getaran keras. Sepertinya mereka juga sudah tahu caranya membuat alat detonator dari telefon genggam,” tambahnya.

Dalam setiap aksinya, menurut Leff, ada dua ponsel yang digunakan. Satu untuk menelefon, yang satu untuk menerima panggilan. Sinyal yang dihasilkan dari kedua panggilan yang terhubung itu terkirim ke papan sirkuit dan menimbulkan ledakan.

“Kami paham bahwa perusahaan telefon genggam ini tidak bisa mengendalikan distribusinya. Jadi kami hanya bisa berharap para penjual di bawahnya, yang menjual ponsel ini secara massal lah yang lebih berhati-hati menyalurkan barang dagangannya ke pembeli,” saran dia.




(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru