Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Serangan Taliban

Pemimpin Taliban Berlindung di Pakistan

Admin - Sabtu, 05 Maret 2016 13:36 WIB
Pemimpin Taliban Berlindung di Pakistan
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Departemen Luar Negeri Pakistan akhirnya mengakui apa yang telah lama mereka bantah bahwa Pakistan memberikan dukungan kepada beberapa anggota Taliban Afghanistan dan memberi mereka perlindungan.

Sartaj Aziz, Penasihat Perdana Menteri Luar Negeri Pakistan mengatakan, Pakistan berpengaruh dalam meyakinkan kelompok militan radikal untuk datang ke meja perundingan, karena para pemimpin kelompok Taliban tersebut tinggal di Pakistan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pertemuan dialog strategis Pakistan-AS
kepada hadirin di Dewan Hubungan Luar Negeri pada Selasa 1 Maret 2016.

Dilansir dari NBC News dan dikutip dari laman okezone.com, Sabtu (5/3/2016), Aziz mengatakan, "Saya pikir orang-orang yang telah berurusan dengan masalah ini mengakui bahwa Taliban berada di saat yang tepat. Mereka selalu tidak mendengarkan Pakistan, dan kini kami memiliki pengaruh bagi mereka karena para pemimpin mereka berada di Pakistan. Mereka mendapat fasilitas kesehatan, keluarga mereka juga berada di sini, sehingga kami dapat menggunakan hal tersebut untuk menekan mereka supaya bersedia datang membicarakan perdamaian ke meja perundingan”.

Pekan ini, Aziz akan bertemu John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) di Washington untuk melanjutkan pembicaraan tahap terbaru dialog strategis Pakistan-AS. Ia mengakui bahwa Islamabad tidak dapat bernegosiasi atas nama Pemerintah Afghanistan karena Pakistan tidak dapat memberikan mereka apa yang Pemerintah Afghanistan berikan.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan menanggapi pengakuan Aziz. "Anda harus melihat hal-hal dalam perspektif yang benar. Saya tidak akan mengomentari pernyataan penasihat ini (Sartaj Aziz),” ungkapnya pada Kamis 4 Maret 2016.

Dialog strategis Pakistan-AS adalah serangkaian pembicaraan tingkat tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan meyakinkan Taliban untuk bernegosiasi agar mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama 15 tahun dan perang terpanjang Amerika.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru