Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Defisit Anggaran

Australia Tingkatkan Anggaran Pertahanannya Hingga USD21,57 Milyar

Admin - Kamis, 25 Februari 2016 14:02 WIB
Australia Tingkatkan Anggaran Pertahanannya Hingga USD21,57 Milyar
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Australia meningkatkan anggaran pertahanannya mencapai USD21,57 miliar atau setara dengan Rp289,3 triliun selama 10 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan Australia sebagai Amerika Serikat (AS) beserta yang berkutat dengan ancaman China di kawasan Asia Pasifik.

Anggaran belanja pertahanan ini naik sekitar dua persen dari PDB Australia. Mereka akan membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) baru seperti kapal frigat, jet tempur, dan 12 kapal selam. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull di hadapan para petinggi militer Australia di Canberra, sebagaimana yang dilansir Reuters dan dilansir dari laman okezone.com, Kamis (25/2/2016).

Rencana strategis pertahanan ini, lanjut Turnbull, telah dirancang dan sifatnya situasional tergantung perubahan keamanan di tingkat regional, khususnya kenaikan pertumbuhan ekonomi dan militer di China. Selain itu juga akan melihat fokus kepentingan Australia dan AS di Asia Pasifik.

“AS tetap akan menjadi kekuatan militer global unggulan selama dua dekade berikutnya. Australia akan terus menjadi mitra strategis melalui aliansi lama kami. Kehadiran aktif dari AS akan terus mendukung stabilitas wilayah kami,” kata Turnbull.

Ketegangan masih terjadi antara China dengan negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Malaysia, Brunei atas kedaulatan Laut Cina Selatan. Ketegangan mulai meningkat setelah China memulai reklamasi di pulau-pulau yang disengketakan dan turut mempengaruhi hegemoni AS dan Australia di Asia.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan di mana lebih dari USD5 triliun perdagangan global terjadi setiap tahunnya. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina dan Taiwan mengklaim memiliki saingan.

“Sebagai kekuatan utama, itu akan menjadi penting bagi stabilitas regional bahwa China memberikan jaminan kepada tetangganya dengan menjadi lebih transparan tentang kebijakan pertahanan,” timpal Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne.

Pemerintah Australia akan berusaha untuk memperdalam dan memperluas hubungan pertahanan dengan China, sekaligus mengakui bahwa kepentingan strategis yang berbeda dalam kaitannya dengan beberapa masalah keamanan regional dan global.

Australia sendiri telah mendesak China dan menuntut untuk menahan diri dari dari sengketa pulau buatan di Laut Cina Selatan dalam upaya menurunkan ketegangan.

Payne mengatakan Australia akan berkomitmen untuk program pembuatan kapal secara terus menerus dimulai dengan sembilan kapal frigat dan 12 kapal patroli lepas pantai.

Jumlah personel militer Australia juga akan meningkat menjadi 62.400 dan ini merupakan jumlah personel tertinggi sejak 1993.

Selain itu Australia akan membeli pesawat tanpa awak (drone) untuk pertama kalinya. Investasi ini tentunya akan meningkatkan kemampuan untuk melindungi kedaulatan maritim dan perbatasan.

Investasi keamanan cyber juga akan didorong. Untuk sementara Australia telah mengeluarkan dana sebesar USD1,6 miliar, setara dengan Rp15,3 triliun untuk pendanaan proyek-proyek pengembangan senjata baru dan teknologi.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru