Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Imlek

Sambut Imlek, Masyarakat di China Mudik !!!

Admin - Minggu, 07 Februari 2016 13:00 WIB

Matatelinga.com, Mudik atau pulang kampung saat perayaan hari raya keagamaan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia, namun juga menjadi tradisi masyarakat di China yang akan merayakan tahun baru Imlek.

"Biasanya saya selalu pulang ke Chengdu untuk merayakan tahun baru Imlek," ujar Sindhy, wanita asal Chengdu yang mudik bersama sang suami Graham Clak asal Inggris kepada Antara, dalam penerbangan London ke Chengdu dengan mengunakan pesawat British Airways, Jumat (5/2/2016).

Sindhy, yang berprofesi sebagai perawat selama 11 tahun di kota kecil dekat pingir pantai Brighton, tidak sendiri, dalam penerbangan BA 89 dari bandara Heathrow ke Chengdu dipenuhi penumpang asal negeri China yang ingin merayakan Imlek. Seperti dilansir dari laman okezone.com

"Pesawatnya full dan banyak anak sekolah yang tengah menuntut ilmu di Kerajaan Inggris yang ingin merayakan Hari Raya Imlek beserta keluarga," ujar pramugara penerbangan BA Andrew.

Menurut Sindhy, wanita yang mempunyai satu adik lelaki dan tiga kakak perempuan itu, biasanya seluruh keluarga berkumpul di rumah ayah ibunya untuk merayakan Tahun Baru Imlek.

“Pemerintah China mengumumkan hari libur bersama selama seminggu dan banyak toko-toko yang tutup,” ujar Sindhy yang merasa bahagia bisa berkumpul bersama kedua orang tua dan saudara-saudaranya merayakan hari raya Imlek.

Layaknya tradisi mudik masyarakat Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri, pulang kampung saat perayaan Tahun baru Imlek juga menjadi tradisi di kalangan masyarakat di China.

Ratusan juta orang Tionghoa melakukan perjalanan untuk berlibur merayakan liburan tahun baru "The Lunar New Year" dengan keluarga yang merupakan migrasi tahunan yang terbesar di dunia, demikian dilaporkan oleh siaran BBC London.

Seluruh tiket pesawat dan kereta api sudah terjual habis beberapa minggu sebelumnya. Bagaimanapun, layaknya di Tanah Air, perjalanan yang penuh dengan tantangan dan stres itu dihadapi dengan bahagia.

Begitu juga dilaporkan oleh Reuters, terjadi penumpukan keramaian dengan skala besar pada awal minggu lalu ketika terjadi turunnya salju yang lebat sehingga menyebabkannya penumpukan penumpang kereta api di stasiun Guangzhou.

Puluhan ribu orang terdampar di luar stasiun akibat terganggunya transportasi umum di china bagian selatan. Banyak kereta dari utara dan China tengah tertunda oleh salju yang meninggalkan penumpang di selatan terdampar tanpa transportasi. Lebih dari 50.000 orang masih tetap terjebak di luar stasiun kereta api Guangzhou, kata media pemerintah.

Polisi setempat mengatakan 5.200 petugas dikerahkan untuk menjaga ketertiban. Mereka mendesak penumpang untuk memeriksa rincian kereta mereka secara online dan menghindari para warga "membabi buta menuju ke stasiun untuk menunggu kereta", yang akan memperburuk kepadatan di stasiun.

Para pejabat memperkirakan hampir tiga miliar perjalanan akan berlangsung selama musim liburan, yang dianggap sebagai migrasi manusia tahunan terbesar di dunia. Sementara itu, kemacetan lalu lintas menyebabkan lebih dari 400 orang di Guangzhou kehilangan penerbangan mereka, kata kantor berita Xinhua.



(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru