Matatelinga.com, Sebelum “direcoki” dengan hadirnya teroris ISIS, Suriah sudah lebih dulu bergejolak karena pemberontakan. Pemberontakan itu didasari penindasan yang dilakukan pemerintah. Embrio serupa dikatakan tengah terjadi di Turki dan krisis Suriah, bisa-bisa terulang di Turki.
Pasalnya hingga kini, bentrokan dan konflik pemerintah Turki dengan oposisi Kurdi bukannya mereda, malah kian memanas. Lebih dari 100 wanita dan anak-anak Kurdi dilaporkan tewas di wilayah tenggara Turki selama enam bulan terakhir.
Sejak gencatan senjata terputus Juli lalu, oposisi Kurdi dan tentara Turki kerap terlibat bentrokan yang biasanya, terjadi tak lama setelah pasukan Turki menggelar operasi khusus.
“Jam-jam malam diterapkan di beberapa kota. Warga jadi tidak bisa keluar (rumah). Pemboman selalu terjadi dan jika ada yang terluka, warga tak bisa ke rumah sakit. Listrik dan aliran air juga diputus. Apa yang dilakukan Turki ini seperti halnya perang yang tak dideklarasikan,” cetus aktivis Kurdi, Kani Xulam. Dilansir laman okezone.com
(Fit)