Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
Konflik Timur Tengah

Konflik Timur Tengah 13 Juta Anak Tak Bisa Mengenyam Pendidikan

Admin - Kamis, 03 September 2015 11:43 WIB
Konflik Timur Tengah 13 Juta Anak Tak Bisa Mengenyam Pendidikan
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Konflik berkepanjangan membuat sedikitnya 13 juta anak-anak di kawasan TimurTengah tidak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam laporan bertajuk Education Under Fire, badan PBB yang menangani anak-anak (Unicef) menyebut 13,7 juta anak yang tak bersekolah mewakili 40 persen murid di Suriah, Irak, Yaman, Libia, dan Sudan.

Angka itu dikhawatirkan terus membengkak hingga mencapai 50 persen dalam beberapa bulan mendatang.

Unicef mengatakan jumlah itu kian bertambah lantaran ribuan sekolah hancur akibat konflik berkepanjangan. Data terkini menunjukkan hampir 9.000 sekolah di Suriah, Irak, Yaman, dan Libia tidak bisa digunakan.

Bahkan, pada 2014, terdapat 214 insiden serangan ke sekolah di Suriah, Irak, Libia, wilayah Palestina, Sudan, dan Yaman.

Khusus di Suriah, satu dari empat sekolah tutup sejak Maret 2011. Hal ini langsung berdampak pada dua juta anak-anak usia sekolah.

”Imbas konflik yang menghancurkan dirasakan oleh anak-anak di kawasan. Bukan hanya kerusakan fisik pada sekolah-sekolah, melainkan rasa putus asa yang dirasakan satu generasi anak-anak usia sekolah yang melihat harapan dan masa depan mereka hancur,” kata Peter Salama, direktur Unicef di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Dilansir laman okezone.com

Menurut Salama, imbas juga dirasakan para guru. Dalam laporan terlihat bahwa pembunuhan dan penculikan murid, guru, dan staf pendidik telah menjadi hal biasa di kawasan Timur Tengah.

Oleh sebab itu, ribuan guru meninggalkan pekerjaan mereka karena risikonya besar.

Salama mengatakan, Unicef memerlukan dana tambahan senilai USD300 juta tahun ini untuk memperbaiki akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru