Matatelinga.com, Surat bernada ancaman yang diterima oleh
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Abuja, Nigeria masih belum
diketahui siapa pengirimnya. Surat tersebut dikirim Senin pagi waktu setempat.
"Info
yang kita terima Senin, 11 April. KBRI terima surat dari pihak tak
dikenal," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Jakarta,
Rabu (13/5/2015) kemarin.
Tata, panggilan
akrabnya, menjelaskan pihak KBRI Abuja langsung menghubungi aparat keamanan
setempat usai mendapat surat tersebut. Tata juga mengatakan segala bentuk
ancaman yang ditujukan kepada KBRI selalu dianggap serius oleh Pemerintah
Indonesia.
"Pada dasarnya,
semua ancaman yang ditujukan kepada KBRI dianggap serius oleh Pemerintah
Indonesia. Kita punya proses akan ancaman yang datang," jelas dia.
Lebih jauh lagi,
identitas organisasi militan yang mengirim ancaman itu belum diketahui. Namun
Kemlu memastikan tanda M.O.G itu adalah inisial kelompoknya. "M.O.G itu
Man Of God," imbuhnya.
Dari penelusuran
merdeka.com, satu-satunya kelompok di Nigeria biasa memakai inisial M.O.G
adalah gerakan yang berafiliasi dengan Gereja Seluruh Bangsa. Tempat ibadah
aliran Kristen Pentakosta ini dipimpin Pendeta T.B Joshua yang sangat
karismatik.
Jemaat gereja ini
sering menyebut dirinya M.O.G alias Hamba Tuhan. Gereja pimpinan Joshua punya
lebih dari 2.000 cabang di seluruh Nigeria. Pengaruh sang pendeta bahkan
menyebar hingga negara lain. Joshua dikenal akrab dengan Mantan Presiden Malawi
Joyce Banda hingga Presiden Ghana John Evans Atta Mills.
Joshua punya pengikut
fanatik, karena dia dianggap memiliki kemampuan membaca tanda-tanda zaman.
Sebagian jurnalis Nigeria, seperti dilansir news24, menyatakan dia sudah
diperlukan bak nabi.
Surat ancaman yang
diterima KBRI Abuja tercetak di atas kertas bergambar militan bertopeng
mengacungkan satu jari. M.O.G menyebutkan detail nama duta besar serta staf
yang ada di KBRI untuk mempertegas ancaman.
"Kami tidak suka
perkembangan sementara ini yang mana pemerintah Indonesia terus membunuh warga
Nigeria," tulis surat ancaman tersebut.
Untuk diketahui, 29
April lalu Kejaksaan Agung mengeksekusi mati Sylvester Obiekwe Nwolise dan
Okwudili Oyatanze, gembong narkoba yang terus menjalankan bisnis haram walau
telah ditahan BNN. Sementara Januari lalu, Daniel Enemua - juga WN Nigeria -
telah dieksekusi mati lebih dulu di Nusakambangan lantaran menyelundupkan
narkoba. Demikian dikutip merdeka.com, Kamis (14/5/2015)
(Fit)