Jumat, 04 September 2026 WIB
Penelitian Militer

Penyelidik Temukan Jejak Gas Saris di Fasilitas Penelitian Militer Suriah

Admin - Sabtu, 09 Mei 2015 19:23 WIB
Penyelidik Temukan Jejak Gas Saris di Fasilitas Penelitian Militer Suriah
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Tim penyelidik internasional telah menemukan jejak gas sarin dan VX di sebuah fasilitas penelitian militer Suriah yang tidak pernah diungkapkan kepada pengawas senjata kimia global.

Sampel yang diambil oleh ahli dari Organisasi untuk Barang Terlarang dan Senjata Kimia (Organisation for Prohibitions and Chemical Weapons–OPCW) pada Desember 2014 dan Januari 2015 teruji positif mengandung bahan kimia yang digunakan untuk membuat zat beracun. Hal diungkapkan seorang sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters.

“Ini adalah sebuah indikasi yang kuat bahwa mereka telah berbohong mengenai apa yang mereka lakukan dengan sarin. Sejauh ini belum ada penjelasan yang memuaskan dari mereka mengenai penemuan ini,” kata seorang sumber diplomatik, sebagaimana dikutip Reuters dan dilansir laman okezone.com, Sabtu (9/5/2015).

Penggunaan sarin oleh Pemerintah Suriah menyebabkan ancaman intervensi militer oleh Amerika Serikat (AS) pada 2013. Agustus 2013, serangan gas sarin di Ghoula, sebuah wilayah yang dikuasai pemberontak di Damaskus menyebabkan ratusan orang tewas.

Pemerintah Suriah kemudian menyetujui syarat dari AS yang diperantarai oleh Rusia dengan bergabung dengan OPCW, mengakui kepemilikan senjata kimia dan berjanji untuk menghancurkannya.

Tindak lanjut dari janji itu adalah penyerahan 1.300 ton senjata kimia yang dilakukan Presiden Bashar Al Assad kepada misi gabungan PBB dan OPCW untuk dihancurkan pada 2014. Pemerintah Suriah menolak semua tuduhan penggunaan senjata kimia selama perang sipil Suriah yang masih berlanjut.

Penemuan terbaru OPCW ini terkait dengan berbagai isu dan tuduhan penggunaan senjata kimia gas chlorine dalam serangan-serangan terhadap pemberontak. AS meminta PBB melakukan penyelidikan terkait hal ini untuk ditindaklanjuti oleh Dewan Keamanan jika terbukti perbuatan tersebut dilakukan Pemerintah Suriah.

Sarin adalah zat berbahaya yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal oleh resolusi PBB 687 yang keluar pada 1991. Karakteristiknya adalah tidak berwarna dan berbau, biasanya digunakan dalam bentuk gas. Sarin berbahaya meskipun dosis kecil. Jika terhirup, korban akan tewas dalam waktu satu sampai 10 menit, kecuali diberikan penawar. Zat ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan kerusakan saraf jika terserap dalam dosis yang tidak mematikan.

 

(Fit)

 

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru