Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Ebola

Prajurit di Afrika Barat Dikarantina Ebola Selama 21 Hari

Admin - Kamis, 30 Oktober 2014 07:14 WIB
Prajurit di Afrika Barat Dikarantina Ebola Selama 21 Hari
Google
Petugas Kesehatan (Ilustrasi)
Matatelinga - Jakarta, Karantina selama 21 hari dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Ebola yang mematikan. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel menyetujui pelaksanaan karantina terhadap para personil militernya di daerah Afrika Barat.

Kebijakan disetujui Hagel pada Rabu (29/10/2014) dan karantina Ebola tersebut untuk awalnya berlaku bagi tentara yang akan meninggalkan Afrika Barat. Namun seperti dilansir dari CNN, Kamis (30/10/2014), kebijakan akan ditinjau kembali dalam waktu 45 hari.

"Karantina didorong oleh Kepala Staf Gabungan," ujar Hagel.

Hagel pun menyatakan bahwa para keluarga tentara dan masyarakat di AS dan Eropa telah menyatakan keprihatinannya. "Mereka sangat menginginkan katup pengaman ini," jelas Hagel dalam sebuah acara di Washington.

Seorang pejabat yang melayani di Gedung Komite Angkatan Bersenjata, Mike Turner menyatakan ia didorong oleh kebijakan baru tersebut. Menurutnya AS telah memiliki 1.000 tentara di lapangan dan kekuatan itu bisa tumbuh menjadi 4.000 personil.

"Tindakan ini akan memastikan bahwa prajurit kita, kelaurga mereka, dan masyarakat memiliki keyakinan bahwa setiap tindakan pencegahan yang diperlukan sudah diambil untuk memastikan kesehatan dan keselamatan mereka," kata Turner.

"Para pimpinan percaya lebih baik memulai dengan cara yang lebih ketat dan kemudian meninjau ulang seperti apa yang kita dapatkan lebih lanjut mengenai operasi Ebola," tambahnya

Karantina terhadap pasukan militer AS untuk saat ini diadakan di pangkalan yang ditunjuk oleh masing-masing layanan militer. Meski begitu akan ada kebijakan untuk memberikan cuti atau yang memungkinkan pasukan meninggalkan karantina jika mereka memiliki keadaan yang darurat mengenai keluarganya, seperti penyakit atau kematian.

Kepala Staf Angkatan Darat AS Ray Odierno memerintahkan karantina besar-besaran terhadap jajarannya yang akan kembali dari Afrika Barat. Karantia dimulai dengan Mayor Jenderal Darryl Williams dan timnya. Menurut para pejabat pertahanan AS, karantina terhadap Williams diperintahkan karena ia dan kelompoknya telah melakukan perjalanan di seluruh wilayah Liberia meski mereka tidak memiliki kontak langsung dengan penderita Ebola.

Kebijakan ini tidak sejalan dengan kebijakan terhadap para pekerja kesehatan sipil seperti yang diperintahkan oleh Gedung Putih. Presiden Obama telah menyatakan bahwa petugas relawan kesehatan sipil yang kembali dari Afrika tidak harus dikarantina. Gedung Putih pun telah mendesak negara-negara lain untuk tidak memaksakan kebijakan karantina.

"Kita tidak berharap untuk memiliki aturan yang serupa untuk militer kami seperti yang dilakukan terhadap warga sipil," ucap Obama, Selasa (28/10).


(Mt/Dtc)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru