Matatelinga - Edinburgh, Sejumlah negara yang sekubu dengan
Inggris menyarankan agar Skotlandia tetap berada dalam Kerajaan Inggris.
"Saya harap ini tetap kuat, tegap, dan bersatu," kata Presiden Amerika
Serikat Barack Obama lewat akun Tweeternya.
Senada dengan Obama, Perdana Menteri Australia Tonny Abbot juga menyatakan tak menginginkan "Kerajaan yang Tak Bersatu".
Pemungutan suara referendum pemisahan diri
Skotlandia dari Kerajaan Inggris telah digelar. Warga Skotlandia
berduyun-duyun mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di negara ini.
Dilansir
dari AFP, Jumat (19/9/2014), warga yang mengenakan rok tradisional dan
topi tartan telah mengantre di TPS pada Kamis (18/9) waktu setempat.
"Saya
merasa sangat berbeda hari ini. Saya mungkin akan membuat perubahan
besar dan suara saya akan terhitung," kata warga kota Glasgow berusia 23
tahun bernama Aidan Ford setelah menentukan pilihannya.
Kampanye
referendum kemerdekaan telah membuat warga Skotlandia menjadi tertarik
terhadap isu politik. Isu referendum ini juga membuat mereka
mempertanyakan identitas nasional mereka yang sebelumnya jarang mereka
perbincangkan.
Ada 5.000 TPS yang disediakan untuk memilih "Ya"
atau "Tidak" dari pertanyaan "Apakah Skotlandia harus menjadi negara
merdeka?". Hasil dari referendum ini diharapkan bisa keluar pada Jumat
(9/19) pagi hari waktu setempat.
Atlet tenis kenamaan dari
Skotlandia, Andy Murray, menyatakan aspirasinya untuk mendukung
pemisahan Skotlandia dari Kerajaan Inggris Raya. "Mari kita lakukan ini
(memisahkan diri dari Inggris Raya)!" kata Murray lewat akun Twitternya.
Perdana
Menteri Inggris David Cameron memohon kepada warga Skotlandia untuk
tetap menjada "rumah bersama", alias tidak memerdekakan diri. Cameron
memperingatkan, separasi Skotlandia dari Inggris akan seperti
"perceraian yang menyakitkan" karena akan disusul oleh risiko ekonomi
yang bakal dialami Skotlandia.
Terkait polemik separasi Skotlandia ini, Presiden Prancis Francois
Hollande menyatakan bahwa Eropa sedang di bawah ancaman "egoisme,
populisme, dan separatisme". Hollande justru mempertanyakan apa yang
akan terjadi bila Skotlandia benar-benar merdeka.
"Siapa yang
bisa bilang hasilnya... dari referendum ini, apa dapat memutuskan masa
depan Kerajaan Inggris ataukan juga Eropa?" kata Hollanda dalam
konferensi pers di Paris.
Warga
Inggris penulis novel Harry Potter yang tinggal di Edinburgh (Ibu Kota
Skotlandia), JK Rowling, menyatakan sentimen lewat akun Tweeternya.
"Apapun yang terjadi, saya harap kita tetap sebagai teman pada Sabtu
(20/9) (setelah pengumuman referendum separasi Skotlandia)," tulis
Rowling.
(Mt/Dtc)