Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Wanita Diduga Berusaha Menyamarkan 33 Pon Metamfetamin Saat Pemeriksaan Keamanan Bandara

Redaksi - Minggu, 28 Desember 2025 08:30 WIB
Wanita Diduga Berusaha Menyamarkan 33 Pon Metamfetamin Saat Pemeriksaan Keamanan Bandara
Pixabay
Seorang Wanita Diduga Berusaha Menyamarkan 33 Pon Metamfetamin sebagai 'Teh' di Pemeriksaan Keamanan Bandara

MATATELINGA, Australia: Seorang wanita di Australia menghadapi dakwaan impor narkoba setelah pihak berwenang menduga ia mencoba menyembunyikan narkoba di dalam kopernya dengan menyamarkannya sebagai teh.

Wanita berusia 40 tahun dari pinggiran kota Sydney, Bonnyrigg, dihentikan untuk pemeriksaan rutin setelah tiba di Bandara Internasional Sydney pada hari Jumat, 26 Desember, menurut siaran pers bersama dari Kepolisian Federal Australia (AFP) dan Pasukan Perbatasan Australia (ABF).

Petugas perbatasan mengatakan mereka menemukan 18 kantong vakum yang diberi label "teh" yang berisi zat kristal bening.

Kantong-kantong tersebut positif mengandung metamfetamin, dan kantong-kantong tersebut memiliki "nilai jual di jalanan diperkirakan lebih dari $13 juta".

"Pengujian awal zat tersebut menunjukkan hasil positif untuk metamfetamin, dengan perkiraan berat 15 kilogram [sekitar 33 pon]," kata pihak berwenang.

Foto-foto yang diberikan oleh pihak berwenang menunjukkan beberapa kantong berlabel teh oolong di dalam koper.

Menurut siaran pers, petugas AFP menangkap wanita tersebut dan menyita narkoba.

"Sitaan ini diperkirakan memiliki nilai jual di jalanan lebih dari $13 juta dan bisa setara dengan 150.000 transaksi narkoba individual," kata polisi, mengutip Kalkulator Narkoba Komisi Intelijen Kriminal Australia, dikutip.

Wanita tersebut yang identitasnya belum diungkapkan kepada publik didakwa dengan satu tuduhan mengimpor narkoba dalam jumlah komersial yang dikendalikan perbatasan, yang hukumannya maksimal penjara seumur hidup.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
 
Komentar
 
Berita Terbaru